Showing posts with label Gigi dan Gusi. Show all posts
Showing posts with label Gigi dan Gusi. Show all posts

Wednesday, August 20, 2008

Bayam di Jus, Atasi Tukak Lambung

Sayur kesukaan Popeye, tokoh kartun pelaut ini memang enak disayur bening. Selain menghilangkan lesu, bayam yang dibuat jus bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit pencernaan, salah satunya tukak lambung.

Kandungan gizi bayam demikian banyak. Menurut Dr. Seno Sastroamidjojo, dalam 100 gram bayam terkandung tenaga sebesar 21,0 Kcal, air 92,9 gr, protein 2,1 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 2,7 gr, serabut 0,7 gr, abu 1,4 gr, kalsium 90,0 mg, fosfor 29,0 mg, besi 3,8 mg, natrium 131,0 mg, kalium 385,0 mg, betakaroten 4080,0 ug, vitamin B1 0,08 mg, vitamin B2 0,15 mg, niacin 0,7 mg, dan vitamin C 76,7 mg. Karena kandungan nutrisinya yang tinggi inilah, bayam sering disebut sebagai "King of Vegetables" atau "Raja Sayuran".

Kandungan asam folat dan asam oksalat membuat bayam bisa dipakai untuk membantu mengatasi berbagai macam masalah. Misalnya menurunkan kadar kolesterol, mencegah sakit gusi, mengobati eksim, asma, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala, dan rambut. Yang paling terkenal adalah mengobati rasa lesu dan kurang bergairah sebagai tanda kurang darah.
Lebih dari itu, serat yang cukup tinggilah yang sangat mempengaruhi kenapa bayam bagus untuk pencernaan ita. Dengan demikian, penyakit seperti sembelit, jantung, stroke, dan persoalan mengenai tekanan darah dan pembuluh darah bisa diatasi.

Namun, disamping manfaatnya, bayam tetp memiliki keterbatasan. Kelemahan bayam terletak pada saat proses pengolahannya. Kita tidak boleh memasak sayur bayam dengan panci alumunium. Alumunium bisa menyebabkan racun karena bereaksi dengan zat besi yang terkandung di dalam bayam.

Lebih dari itu, kita juga tidak boleh mengonsumsi sayur bayam kalau sudah lewat dari lima jam sejak dimasak. Dan seperti sayuran lain, bayam juga tidak baik bila dimasak terlalu lama di atas api karena menyebabkan gizinya banyak yang terbuang.

Dan yang paling penting harus diperhatikan adalah mereka yang menderita asam urat dan rematik. Mereka tidak boleh mengasup sayur jenis ini karena bisa menyebabkan rasa ngilu yang berlebihan dan asam urat kambuh. Ini terjadi karena kandungan zat purin dalam bayam sangat tinggi. Purin inilah yang kemudian diubah menjadi asam urat dalam tubuh.

Berbagai ramuan bayam
Selain dibuat sayur bening, kita bisa menggunakan bayam untuk keperluan pengobatan. Berikut ini beberapa ramuan bayam yang diambil dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Bagian 2.

Sembelit, Sakit Gusi, Tukak Lambung
Bahan:
* seikat bayam
* sesendok madu

Cara membuat:
Cara I
Bersihkan bayam terlebih dahulu dan potonglah akarnya. Masukkan dalam juicer. Setelah itu minumlah jus sebanyak setengah liter sehari. Lakuakn selama beberapa hari.

Cara II
Setelah dicuci dan dipotong. giling bayam sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Setelah itu diperas dan disaring. Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir.

Asam, Eksim Kulit
Bahan:
* lima batang bayam duri
* lima gelas air

Cara membuat:
Potong-potonglah lima batang bayam, termasuk daun dan kembangnya. Rebus potongan itu menggunakan lima gelas air selama 7-10 menit. Air hasil rebusan tadi diminum tiga kali sehari. Untuk anak-anak, cukup diminum setengah gelas. orang dewasa satu gelas, dan bayi dua sendok makan saja.

Eksim
Bahan:
* Kain halus selebar kain sapu tangan
* satu ikat bayam

Cara membuat;
Rebus bayam sekitar seperempat jam. Setelah itu ambil bayam dan tinggalkan air rebusannya. Rendam kain dalam air rebusan bayam. Kompreslah bagian yang sakit eksim selama 20-30 menit. Lakukan sehari sekali.

Badan lemas, Cepat ngantuk dan Kurang bergairah
Bahan:
* 1 buah tomat
* 1/2 gelas susu nonfat
* 100 gram duan bayam
* 2 siung bawang putih

Cara membuat;
Masukkan semua bahan ke blender, tapi sebelumnya buang biji dan kulit ari tomat. Daun bayam diseduh dengan air panas. Bila terlalu kental, tambahkan air sedikit ke dalamnya. Minum tiga kali seminggu jus campuran itu. Bila kondisi membaik, porsi kurangi sebanyak sekali seminggu.

Perawatan kulit muka, kepala dan rambut
Bahan:
* Segenggam kunyit
* seikat daun bayam

Cara membuat:
Cara I
Bayam dibersihkan, baru diblender. Setelah itu peras dan ambil airnya. Ambil kunyit setelah dibersihkan. Potong kecil-kecil dan masukkan ke blender. Tambahkan air secukupnya. Peras kunyit dan tinggalkan air sarinya. Campur air sari kunyit dan bayam. Tambahkan dengan sedikit air hangat. Gunakan untuk mencuci muka atau keramas.

Cara II
Masukkan seikat bayam yang sudah dibersihkan ke dalam juicer. Gunakan jus bayam untuk menggosok seluruh bagian wajah Anda di sekitar sudut mata, dahi, bibir dan dagu. Lakukan perawatan ini selama 5 menit ketika bangun pagi dan malam hari menjelang tidur. Bila perlu bilaslah dengan air dingin.

Bronkitis, anemia, demam, keputihan, gangguan lever
Bahan:
* Seikat bayam
* sesendok madu

Cara membuat:
Masukkan bayam dalam blender dengan ditambah sedikit air matang. Peras hasil blenderan bayam dan tambahkan madu di dalamnya. Minum sehari sekali, satu gelas.

Disengat lebah, ulat bulu, lipan
Bahan:
Segenggam bayam
Cara membuat:
Memarkan bayam dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau gatal. Bisa juga dilengkapi dengan membuat jus bayam dan diminum sehari sekali satu cangkir.
Sumber: Senior

Wednesday, August 13, 2008

Jambu Mede

Jambu mede atau jambu monyet berasal dari brazil, tersebar di daerah tropik dan ditemukan pada ketinggian antara 1-1.200 m dpl. Jambu mede akan berbuah lebih baik di daerah beriklim kering dan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Tanaman ini dapat tumbuh di segala macam tanah, asalkan jangan ditanah lempung yang pekat dan tergenang air.

Pohon, tinggi 8-12 m, memiliki cabang dan ranting yang banyak. Batang melengkung, berkayu, bergetah, percabangan mulai dari bagian pangkalnya. Daun tunggal, bertangkai, panjang 4-22,5 cm, lebar 2,5-15 cm. helaian daun berbentuk bulat telur sungsang, tepi rata, pengkal meruncing, ujung membulat dengan lekukan kecil di bagian tengah, pertulangan menyirip, berwarna hijau. Bunga berumah satu memiliki bunga betina dan bunga jantan, tersusun bentuk malai, keluar di ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya buah batu, keras, melengkung.

Tangkai buahnya lama kelamaan akan menggelembung menjadi buah semu yang lunak, seperti buah peer, berwarna kuning, kadang-kadang bernoda merah, rasanya manis agak sepat, banyak mengandung air dan berserat. Biji bulat panjang , melengkung pipih, warnanya coklat tua.

Kayunya dapat dijadikan bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan kerajinan tangan. Kulit kayu digunakan pada industri batik atau untuk bahan penyamak. Daun muda bisa dimakan sebagai lalap (mentah atau dikukus terlebih dahulu). Buah semu rasanya sepat dan bisa dimakan sebagai rujak, dibuat minuman, anggur dan selai. Jika sudah diolah, harga biji jambu mede cukup mahal, dikenal dengan nama kacang mede.

Kulit bijinya mengandung cashew nut shell liquid (CNSL). Jika cairan tersebut mengenai mulut dapat menimbulkan peradangan. Setelah diolah, CNSL dapat digunakan untuk bahan pelumas, insektisida, pernis, plastik, enten atau okulasi.

Sifat dan Khasiat

Kulit kayu berbau lemah, rasanya kelat dan alam kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan memacu aktivitas enzim pencernaan (alteratif).

Daun berbau aromatik, rasanya kelat, berkhasiat antiradang dan penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Biji berkhasiat sebagai pelembut kulitdan penghilang nyeri (analgesik). Tangkai daun berfungsi sebagai pengelat daan akar berkhasiat sebagai pencahar (laksatif).

Kandungan Kimia

Kulit kayu mengandung tanin yang cukup banyak, zat samak, asam galat dan ginkol katekin. Daun mengandung tanin-galat, flavonol, asam anakardiol, asam elagat, senyawa fenol, kardol dan metil kardol. Buah mengandung protein, lemak, vitamin (A, B dan C), kalsium, fosfor, besi dan belerang. Percarp mengandung zat samak, asam anakardat dan asam elegat. Biji mengandung 40-50% minyak dan 21% protein protein. Minyak mengandung asam oleat, asam linoleat dan vitamin E. Getah mengandung furtural.

Asam anakardat berkhasiat bakterisidal, fungisidal mematikan cacing dan protozoa.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah kulit kayu, biji, minyak biji, kulit biji, daun mudan dan buah.

Indikasi

Kulit kayu digunakan untuk pengobatan;

Sering buang air kecil (diabetes mellitus)
Kencing manis (diabetes mellitus)
Sembelit
Sariawan, dan
Jerawatan

Biji (nuts) digunakna untuk pengobatan;

Radang mulut rahim (servikitis)
Sakit gigi, radang gusi
Gigitan ular berbisa, dan
Berat badan kurang

Minyak biji digunakan untuk pengobatan;

Ruam kuku, borok, prosiasis
Karacunan makanan
Kulit biji digunakan untuk pengobatan;
kanker kulit
Membersihkan karang gigi

Daun muda digunakan untuk pengobatan;

Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Kencing manis (diabetes mellitus)
Malaria
Rematik
Sariawan dan
Ruam kulit

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 10-20 g kulit kayu, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pengobatan luar, giling kulit kayu sampai halus, lalu bubuhkan pada bagian yang terkena gigitan ular berbisa atau clavus (penebalan kulit, biasanya terjadi di telapak tangan dan telapak kaki). Cara lain, giling daun segar sampai halus dan bubuhkan pada luka bakar, lepuh, gigi dan gusi yang sakit. Untuk pengobatan borok, sifilis, lepra, psoriasis, eksim, kulit dan telapak kaki pecah-pecah, rebus, kulit biji yang masih segar sampai airnya mengental, lalu oleskan pada bagian yang luka.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Ekstrak alkohol daun jambu mede menunjukkan;
Efek hipoglikemik pada tikus albino
Keaktifan antikanker terhadap hepatoma129 pada mencit. (vademikum bahan obat alam. DITJEN POM Depkes RI)

Infusum 10% daun jambu mede menunjukkan;

Efek seperti yang ditimbulkan oleh morfin dan fenotiazin pada tikus albino.

Efek perpanjangan waktu reaksi pada mencit. Efek ini timbul pada dosis 30 ml/kg bb. Kemungkinan besar, keadaan ini diakibatkan oleh zat aktif yang berkhasiat analgetik, seperti morfin atau metamizol (vademikum bahan obat alam, Ditjen POM Depkes RI).

Secara spesifik, infus daun jambu mede dengan takaran 50 cc/kg bb yang diberikan secara intra peritoneal pada tikus putih dapat menghambat conditional avoidance escape response pada 87% binatang percobaan. Di lain pihak, tikus kontrol yang diberi garam faal tidak mengalami hambatan (H. Sardjono O. Santoso, Sulistia Gunawan dan Jati Istiantoro, Bagian Farmakologi FKUI).
Infus daun jambu mede muda mempunyai pengaruh analgesik yang sama kuat dengan parasetamol pada kasus periodontitis akut. Efek samping berupa mual dan pusing (Dewi F., dkk. FKG UI 1992).
.
Contoh Pemakaian
.
Sembelit

Cuci 10g kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali sama banyak.

Kencing manis (Diabetes Mellitus)

Cuci 15g kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali masing-masing 1/2 gelas.

Radang Tenggorokan

Cuci 5 buah semu jambu mede sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 4 sendok makan air masak dan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata. Peras ramuan tersebut, lalu saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur (langsung ditelan), sehari 3 kali, masing-masing 2 sendok makan.

Sariawan

Cuci segenggam daun muda dan sepotong kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu rebus dalam 1 liter air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2-3 kali, masing-masing 1 gelas. Air rebusan tersebut juga dapat digunakan untuk berkumur-kumur.

Rematik, Tekan darah tinggi

Iris-iris segenggam daun jambu mede, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Digigit ular berbisa

Gongseng beberapa buah jambu mede yang mengandung biji sampai kulit luarnya menguning untuk menghilangkan racun yang dapat menimbulkan iritasi kulit. Setelah kuning, keluarkan bijinya. Jemur sampai kering, lalu giling sampai halus. Gunakan ramuan ini untuk menabur luka akibat gigitan ular beracun.

Sakit gigi, radang gusi

Gongseng 5 buah kacang mede kering sampai kuning, lalu giling menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk tersebut, lalu tambahkan 1/4 sendok teh madu. Aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada gigi yang berlubang atau sekitar gusi yang meradang.

Catatan
Secara botani, buah jambu mede yang sebenarnya adalah buah geluknya (nuts), sedangkan buah yang biasanya dirujak adalah tangkai buah yang membengkak dan berdaging. Getah kulit bijinya (pericarp)mengandung kardol yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Jika seseorang mengeluarkan kacang mede dengan cara menggigit kulit luar bijinya akan terasa panas dan perih karena terjadi iritasi di bibir dan mukosa mulut.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha

Kangkung, Selain sebagai Penenang Juga Atasi Pendarahan

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas.
Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu, tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib". Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya.

Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjoo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi.

Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung.

Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Resep kangkungBerikut ini beberapa resep tanaman kankung yang diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya dari Dr. Praptiwi, peneliti di Balitbang Botani, Pusitbang Biologi, LIPI, Bogor.

Mengurangi haid dan mimisan
Bahan :

* Dua ikat kangkung
* Satu sendok makan madu.
* Air secukupnya

Cara membuat :
Petiklah duan kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Minumlah sampai enam hari.

Sakit gigi
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Setengah sendok teh cuka
* Satu gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan satu gelas air dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih dan dingin, gunakan untuk berkumur.

Melancarkan air seni
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Dua gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas. Setelah dingin, minumlah air rebusannya sekaligus.

Insomnia, sembelit, mual bagi Ibu hamil
Makan tumisan sayur kangkung

Sariawan, gusi bengkak
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu gelas air

Cara membuat :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Habis itu cucilah hingga bersih. Setelah itu lumatkan sambil ditambah satu gelas air. Peras dan saringlah. Gunakan air tersebut untuk berkumur.

Mengecilkan bisul
Bahan :
* Segenggam daun kangkung
* Garam secukupnya

Cara membuat :
Ambil segenggam daun kangkung yang segar bersama-sama batangnya kemudian tumbuk sehingga lumat. Campur dengan sedikit garam lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Biarkan hingga kering. Bisul akan kecil dan tidak lagi terasa sakit atau berdenyut-denyut. Ulang beberapa kali lagi hingga bisul sembuh sepenuhnya.

Mengatasi keracunan makanan
Bahan :
* Kangkung segar 500 gram
* Kacang hijau 120 gram
* Air secukupnya
* Satu sendok makan madu

Cara membuat :
Kangkung dan kacang hijau diberi air sedikit lalu dihaluskan. Setelah itu saringlah. Hasil saringan dicampur dengan satu sendok makan madu. Setengah dari ramuan diminum pagi dan setengahnya lagi pada sore hari. Ulangi pengobatan paling sedikit selama tiga hari.

Mengurangi kapalan
Bahan :
Getah kangkung.

Cara mengobati :
Oleskan getah kangkung pada kulit yang kapalan. Lakukan berkali-kali, paling tidak selama tiga jam sekali sampai sembuh.

Mengobati Eksim
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya.
* Air secukupnya.

Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara II :
Lumatkan batang dan akar kangkung segar lalu dikompreskan ke bagian yang gatal.

Mengatasi sakit kepala
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu sendok madu
* Garam secukupnya

Cara I :
Segenggam daun kangkung ditumbuk halus. Beri sedikit garam dan air lalu saring. Tambhakan satu sendok makan madu, aduk. Satu ramuan diminum sekaligus sehari sekali.

Cara II :
Rebuslah seikat kangkung. Minumlah air rebusan tersebut.

Mengatasi wasir
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya
* Satu sendok makan madu

Cara I :
Kurang leboh segenggam akar kangkung yang sudah dicuci bersih direbus dengan tiga gelas air sampai air tinggal separuhnya. Setelah dingin, air rebusa tersebut diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Cara II :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah daun kangkung sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Lakukan selama enam hari.

Menghilangkan ketombe
Bahan :
* Seikat kangkung
* Air sebanyak satu liter

Cara membuat :
Kangkung segar direndam semalaman sampai airnya berwarna kebiruan. Gunakan air tersebut untuk keramas sampai ketombe hilang. Sumber: Senior

Wednesday, July 23, 2008

Pinang

Belakangan pinang diketahui berkhasiat meningkatkan gairah. Khasiat penambah gairah ini bukan sekadar omong kosong belaka karena menurutnya di dalam sebuah pinang terkandung arekolin. Senyawa arekolin ini bersifat kholinergik, yang berguna mengatasi senyawa asetil kholin yang banyak beredar di dalam tubuh. Asetil kholin ini bila terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang cepat merasa lelah dan kurang sehat. Sebaliknya, sifat kholinergik pinang bermanfaat menjadikan tubuh sehat, bugar, dan penuh semangat.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman pinang yang dikutip dari Prof. H. Unus Suriawiria dan Endah Lasmadiwati:

1. Meningkatkan Gairah
Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Kerat-kerat kemudian dikunyah dan dimakan. Cara lain: ambil satu biji buah pinang kemudian dihancurkan dan direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Kedua cara itu sama khasiatnya, akan meningkatkan gairah.

2. Obat Cacingan
Siapkan seperempat potong buah pinang, setengah jari rimpang temulawak, setengah jari rimpang kunyit. Semua bahan tersebut direbus kemudian disaring. Minum saringan air tersebut untuk mengatasi cacingan.

3. Menguatkan Gigi dan Gusi
Ambil beberapa biji buah pinang. Iris menjadi beberapa bagian, kemudian kunyah irisan tersebut.

4. Sakit Pinggang
Ambil beberapa lembar daun pinang. Tumbuk daun tersebut dan hangatkan. Setelah itu tumbukan tersebut dikompreskan di tempat yang sakit.

5. Kudis Parut satu biji buah pinang.
Campur dengan seperempat sendok teh kapur sirih dan air secukupnya. Oleskan di bagian yang sakit.

6. Difteri
Siapkan dua biji buah pinang kemudian rebus dalam dua gelas air. Tunggu sampai tersisa menjadi 1 1/2 gelas. Tambahkan satu sendok makan madu dan aduk rata. Minum perlahan-lahan untuk menyembuhkan difteri.

Sumber: Senior