Showing posts with label Sakit gigi. Show all posts
Showing posts with label Sakit gigi. Show all posts

Monday, September 1, 2008

Alpokat untuk darah tinggi hingga diabetes


Alpokat(Persea gratissima Gaertn.)

Sinonim :P. americana, Mill. Familia :Lauraceae

Uraian :

Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya.

Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya
bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat seperti bola,
diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

Nama Lokal :
Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa).
apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Daun: Rasa pahit, kelat. Peluruh
kencing. Biji : Anti radang, menghilangkan sakit. KANDUNGAN KIMIA: Buah dan
daun mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, Buah juga mengandung tanin
dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
  • Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala;
  • Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,;
  • Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,;
  • Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.;
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daging buah, daun, biji.

KEGUNAAN:
Daging buah :- Sariawan. - Melembabkan kulit kering.
Daun: - Kencing batu. - Darah tinggi, sakit kepala. - Nyeri syaraf. - Nyeri lambung. - Saluran napas membengkak (bronchial swellings).- Menstruasi tidak teratur.
Biji: - Sakit gigi. - Kencing manis.

PEMAKAIAN,.
Untuk minum: 3-6 lembar daun.
Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker.
Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk
menghilangkan sakit.

CARA PEMAKAIAN:

1. Sariawan:
Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

2. Kencing batu:
4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

3. Darah tinggi :
3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.

4. Kulit muka kering:
Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.

5. Sakit gigi berlubang:
Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.

6. Bengkak karena Peradangan:
Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.

7. Kencing manis:
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.

8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian: Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan
Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp.,
Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E.
Ramstad 1975).

Friday, August 29, 2008

Ki Tolod untuk sakit gigi & radang tenggorokan

Ki Tolod(lsotoma longiflora Presi.)
Sinonim :Laurentia longiflora, (Linn.), Peterm.
Familia :Campanuiaceae
Uraian :
Tanaman yang berasal dari Hindia Barat ini tumbuh liar di pinggir saluran air atau sungai, pematang sawah, sekitar pagar dan tempat-tempat lainnya yang lembab dan terbuka. Ki tolod dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.100 m dpl. Terna tegak, tinggi mencapai 60 cm, bercabang dari pangkalnya, bergetah putih yang rasanya tajam dan mengandung racun. Daun tunggal, duduk, bentuknya lanset, permukaan kasar, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi melekuk ke dalam, bergigi sampai melekuk menyirip. Panjang daun 5-17 cm, lebar 2-3 cm, warnanya hijau. Bunganya tegak, tunggal, keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang, mahkota berbentuk bintang berwarna putih. Buahnya berupa buah kotak berbentuk lonceng, merunduk, merekah menjadi dua ruang, berbiji banyak. Perbanyakan dengan biji, stek batang atau anakan.

Nama Lokal :Ki tolod, daun tolod (Sunda), Kendali, sangkobak (Jawa);

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Getahnya beracun. Anti radang.
KANDUNGAN KIMIA:
Senyawa alkaloid yaitu lobelin, lobelamin, isotomin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit gigi, Asma, Bronkhitis, radang tenggorokan, Obat luka; Obat tetes mata, Obat kanker

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, bunga atau seluruh tanaman.

KEGUNAAN:
Daun:
- Sakit gigi.
- Asma, bronkhitis, radang tenggorok.
- Obat luka.
Bunga:
- Obat tetes mata.
Seluruh tanaman:
- Obat kanker.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 3 lembar daun, direbus. Pemakaian luar: Daun dicuci bersih lalu dilumatkan, letakkan ditempat yang
sakit.

CARA PEMAKAIAN:
1. Bronkhitis, radang tonggorok:
3 lembar daun segar dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore.

2. Sakit gigi:
2 lembar daun dicuci bersih lalu ditumbuk halus, taruh pada lubang gigi yang sakit.

3. Obat luka:
Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka lalu dibalut dengan kain bersih. Ganti 2-3 kali sehari.

CATATAN : Tanaman ini beracun. Untuk sekali minum, tidak boleh lebih dari 3 lembar daun.

Patah Tulang (Kayu Urip) untuk sembuhkan luka tertusuk & tulang patah


Patah Tulang(Eupharbia tirucalli L.)

Familia :Euphorbiaceae

Uraian :

Tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot, atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 600 m dpl. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau.

Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok. Bunga terdapat diujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk. Getahnya digunakan untuk meracun ikan sehingga mudah ditangkap, tetapi berbahaya bila mengenai mata karena dapat menyebabkan buta. Di Jawa, tanaman ini jarang berbunga. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek batang

Nama Lokal :

Susuru (Sunda), kayu urip, pacing tawa, tikel balung (Jawa),; Kayu jaliso, kayu leso, kayu langtolangan, kayu tabar (Madura); Patah tulang (Sumatera), kayu potong (Kangean).;

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Bau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Getah beracun (toksik).

KANDUNGAN KIMIA:
Getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit lambung, rhematik, sifilis, nyeri saraf, penyakit kulit, kusta; Wasir, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatal, kutil; Tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/penebalan kulit, keseleo;

BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar, batang kayu, ranting, getah.

KEGUNAAN:

Akar dan ranting: - Sakit lambung. - Rematik / tulang sakit. - Sifilis. - Wasir. - Tukak rongga hidung. - Nyeri syaraf, Batang kayu: - Penyakit kulit, Kusta (Morbus Hansen). - Kaki dan tangan baal.

PEMAKAIAN LUAR:

- Penyakit gatal, kudis, bisul. - Tahi lalat membesar dan gatal. - Herpes zooster, penyakit kulit menahun. - Frambusia. - Sakit gigi. Radang telinga, rematik, keseleo/terkilir. Kapalan/ penebalan kulit (clavus), kutil.- Tulang patah (fraktur). Tertusuk duri, pecahan kaca, tulang ikan, dsb.

PEMAKAIAN:

Untuk minum:
Akar & ranting dikeringkan, ditumbuk menjadi bubuk. Campur dengan lontong beras sampai merata, lalu dibuat pil kecil-kecil sebesar telur cecak, jemur. Dimakan bila perlu. Pemakaian luar: Herba ditumbuk halus, diturapkan ketempat yang sakit seperti bisul, kurap, keseleo terkilir, patah tulang, luka. Herba ditumbuk halus, campur dengan susu untuk penyakit gatal-gatal, penyakit kulit, kurap, tumor, kutil, clavus,

CARA PEMAKAIAN:

1. Kulit tertusuk duri, pecahan kaca, dsb.:
Bagian tubuh yang kulitnya tertusuk duri atau pecahan kaca dioleskan getah patah tulang. Getah itu akan mengeluarkan sendiri duri-duri itu dari kulit.

2. Kapalan (clavus), kutil :
1/2 kg dahan dan ranting patah tulang setelah dicuci bersih direbus dengan 4 iiter air sampai tersisa menjadi 2 liter. Bagian tubuh yang kulitnya menebal atau ada kutilnya direndam dalam air godokan tadi sewaktu masih hangat, selama 1/2 jam. Setelah dikeringkan, oleskan param yang dibuat dari trusi yang telah ditumbuk halus dicampur dengan putih telur, lalu dibalut.

3. Tulang patah (fraktur):
a. Kulit diatas tulang yang patah digosok dengan getah patah tulang.
b. Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, Tempelkan diatas tulang yang patah, lalu dibalut. c. 3/4 genggam tangkai dan daun patah tulang, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/ kulit randu. Diganti 2 kali sehari.

4. Frambusia:
1/2 genggam patah tulang, 1/2 kepalan tangan gadung cina, dicuci lalu ditumbuk halus. Aduk merata dengan 1 sendok makan getah buah gondang dan 2 sendok makan getah buah pepaya muda, Ramuan ini dipakai untuk melumas dan menurap kulit yang sakit. Lakukan 2 kali sehari.

5. Tahi lalat yang membesar dan gatal:
Tahi lalat digosok dengan air jeruk nipis, lalu dengan kapas tahi lalatnya dilumaskan getah patah tulang. Lakukan beberapa kali sehari, bila sudah kering diulang. Hati-hati jangan kena mata.

6. Sakit gigi: Beberapa tetes getah patah tulang. dengan kapas yang bersih dilumaskan pada gigi yang sakit dan berlubang. Lakukan 1-2 kali sehari, hati-hati jangan sampai mengenai gigi yang sehat.

Catatan :Getah berbahaya bagi mata, dapat menyebabkan buta. Bila getah masuk ke dalam mata, cepat dibilas dengan air kelapa/santan.

Monday, August 25, 2008

Tahi Kotok


Tahi Kotok(Tagetes erecta L.)

Familia :Compositae (Asteraceac)

Uraian :
Herba tahunan, tegak, tinggi 60 - 70 cm. Ditanam pada halaman rumah dan taman-taman sebagai tanaman hias, Lebih menyukai tempat tempat yang terkena sinar matahari, dan lembab. Bunga berbentuk bonggol (flower head), yang dikelilingi daun pelindung. Warna bunga kuning atau orange.

Nama Lokal :Ades, Afrikaantjes; Wan shou ju (China).;

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit, bau khas, sejuk. Anti radang, mengencerkan dahak, obat batuk.

KANDUNGAN KIMIA:
Bunga mengandung Tagetiin 0,1 %, terthienyl, helenian 0,74 %, flavoxanthin.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).; Batuk, Bronkhitis, Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi,; Kejang pada anak-anak;

BAGIAN YANG DIPAKAI: Bunga, kering.

KEGUNAAN:
1. Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata (Conjunctivitis).
2. Batuk seratus hari (Pertussis), radang saluran nafas (Bronchitis).
3. Sariawan, radang tenggorok, sakit gigi, kejang panas pada anak-anak.

PEMAKAIAN: 5 - 15 gr bunga kering, direbus.

PEMAKAIAN LUAR:

Bunga direbus untuk cuci, atau:

1. Gondongan (Parotitis), pembengkakan payudara (mastitis): Lumatkan bunga, campur . dengan cuka, sebagai tapal pada tempat yang sakit.
2. Radang kulit bernanah (Pyodermi): Lumatkan akar dan daun segar, sebagai tapal di tempat kelainan.

CARA PEMAKAIAN:

1. Batuk seratus hari (Pertusis): 15 bunga Tagetes erecta + gula enau, direbus.
2. Sakit gigi, sakit mata: 15 gr bunga tagetes erecta, rebus.

Wednesday, August 20, 2008

Cengkeh (Syzygium aromaticum) 'Obat Bius' yang Menyehatkan Jantung

"Kalau badan terasa kurang sehat, makanlah sup panas. Niscaya tubuh akan terasa bugar kembali." Ditilik dari kandungan bumbu sup, saran itu ada benarmya. Sup, masakan asal Eropa tersebut, mengandung beragam rempah yang menyehatkan tubuh,. Salah satunya adalah cengkeh alias Syzygium aromaticum atau disebut juga Eugenia aromatica L.

Cengkeh merupakan tumbuhan asli Maluku. Tanaman daerah tropis ini memiliki pohon bercabang yang bisa tumbuh sampai setinggi 10 meter dengan daun yang lebat. Yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur adalah bagian tunas bunga yang sudah dikeringkan.
Tanaman yang juga dsebut clove tree (Inggris) dan ting hsiang (Tiongkok) ini memiliki sifat hangat. Dengan rasa dan aromatik yang tajam cengkeh dapat menghangatkan badan dan melancarkan sirkulasi darah.

Manfaatnya, bukan hanya mengusir meriang, penyakit-penyakit gangguan peredaran darah, seperti sakit kepala, stroke bahkan jantung pun dapat teratasi.

Jurnal Protaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids yang diterbitkan Harcourt Publishers Ltd mengungkapkan cengkeh memiliki kemampuan antikoagulan (pencegah penggumpalan darah). Daya kerjanya sama hebat dengan aspirin. Informasi ini diperkuat dengan temuan seorang ilmuwan dari University of Wisconsin Amerika Utara yang mengungkapkan cengkeh mengandung suatu senyawa antibeku darah. Zat ini dapat melonggarkan pembuluh darah jantung yang tersumbat. Pendek kata, uraian jurnal dan riset ilmuwan Amerika ini mengisyaratkan pesan, rajin mengonsumsi makanan mengandung cengkeh dapat melindungi manusia ancaman stroke dan serangan jantung.

Debat Impotensi
Cengkeh juga dipercaya dapat mengatasi masalah lemah syahwat atau impotensi. Benarkah? Dalam hal mengobati impotensi, khasiat cengkeh masih diperdebatkan. Para pakar herbal mayakini cengkeh mampu mengatasi problem khas pria itu lantaran cengkeh dapat melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk aliran darah menuju penis.

Toh alasan ini dapat diterima karena penyebab terbesar impotensi adalah terganggunya sirkulasi darah di organ vital pira. Masalahnya, sejauh ini masih belum banyak ilmuwan yang melakukan uji klinis terhadap penggunaan cengkeh dalam mengobati impotensi. Khasiat cengkeh mengatasi impotensi bukan tidak diakui, tetapi belum terbukti secara ilmiah.

Terlepas dari kebenaran khasiatnya mengatasi impotensi, yang jelas peran cengkeh untuk kesehatan tidak terbantahkan. Cengkeh juga berkhasiat sebagai antibakteri alami. Melalui serangkaian penelitian di laboratorium, Dalijit Arora, seorang ahli mikrobilogi dari India membuktikan cengkeh dapat membunuh hampir semua bakteri penyebab penyakit yang ditelitinya, termasuk bakteri-bakteri 'bandel' yang sudah kebal dengan racun obat-obat antibiotika. Berdasarkan penelitian ini dapat dimengerti mengapa para herbalist menempatkan cengkeh sebagai tumbuhan pengobat radang. Sebab radang bisa dipicu oleh infeksi bakteri.
Analgesik LokalSelain berkhasiat menghilangkan batuk dan rasa tak nyaman di perut, ternyata cengkeh juga berfungsi sebagai obat bius. Kandungan kimiawinya memungkinkan cengkeh menjadi obat anestesi lokal. Karenanya dalam dunia farmasi serbuk dauncengkeh sering digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit. Salah satu khasiat cengkeh yang terkenal adalah menghilangkan nyeri dan ngilu akibat sakit gigi.

Uraian di atas baru mengungkapkan sebagian dari keunggulan cengkeh. Tanaman ini masih menyisakan segudang manfaat yang belum terungkao secara klinis. Jika orang Barat yang tak punya ladang cengkeh mau memetik khasiatnya, mengapa kita tidak. Jadi, mari manfaatkan khasiat cengkeh untuk kesehatan diri dan keluarga.

Aneka khasiat cengkeh

Cengkeh dapat mengobati bermacam keluhan kesehatanDiantaranya:
* Sakit kepala
* Sakit perut, mual, muntah, masuk angin dan perut kembung
* Terlambat haid dan rasa sakit sewaktu haid.
* Keputihan
* Radang lambung (gastritis)
* Cegukan (hiccups)
* Asam urat tinggi
* Sakit gigi dan bau mulut yang tak sedap
* Sinusitis, rematik, dan campak
* Batuk, suara serak, dan TBC
* Meningkatkan nafsu makan
* Lemah syagwat

Beberapa resep obat cengkeh yang dapat diramu di rumah

Masuk angin
Ambil 10 butir cengkeh, seduh dengan air panas, lalu minum sebagai teh.
Mual, MuntahAmbil 10 butir cengkeh, 20 gram asam jawa, dan gula aren secukupnya. Rebus bahan dengan 400 cc air sampai bersisa 200 cc. Saring air rebusan. Minum selagi hangat 2 kali sehari, masing-masing 100 cc.

Sakit kepala
Sediakan 5 butir cengkeh, 5 gram kayu manis, 5 gram biji pala, dan 5 butir merica. Haluskan hingga menjadi bubuk. Seduh dengan 100 cc air panas, kemudian minum.
Sakit perut haidSediakan 5 butir cengkeh, 7 butir ketumbar, 10 gram kunyit, dan 5 gram biji pala. Setelah dicuci, rebus bahan dengan 400 cc air hangat tersisa 200 cc. Saring, lalu minum air rebusan selagi hangat.

Rematik dan Asam urat tinggi
Sediakan 5 butir cengkeh, 200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 gram biji pala, 1 gram kayu manis, 15 gram jahe merah, dan 10 butir merica. Rebus bahan dengan 1.500 cc air hingga tersisa 500 cc. Minum air rebusan dan ubi jalarnya dimakan.

Sinusitis
Ambil cengkeh secukupnya. Keringkan, lalu giling sampai jadi bubuk. Tiupkan ke hidung dengan menggunakan sedotan dengan takaran secukupnya.

Sakit gigi
Sangrai 10 butir cengkeh sampai hangus. Giling sampai halus, masukkan kelubang gigi secukupnya, lalu tutup dengan kapas. Lakukan 2 kali sehari. Cara lain: sumbat gigi yang berlubang dengan kapas yang telah ditetesi minyak cengkeh.

Gigi rusak
Ambil 20 helai daun cengkeh yang belum tua, rebus dengan 600 cc air. Setelah air rebusan dingin, gunakan untuk berkumur-kumur berulang kali. Jemur daun sirih tadi lalu kunyah.

Bau mulut tak sedap
Sediakan 10 butir cengkeh. Setelah dicuci, seduh dengan 200 cc air panas. Diamkan selama 5 menit. Saring airnya dan gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan setiap hari secara rutin.
Sumber: human health

Daun Kemuning

Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.Semak atau pohon kecil, bercabang banyak, tinggi 3 - 8 m, batang berkayu, beralur, warna cokelat kotor, tidak berduri. Daun majemuk, bersirip ganjil dengan anak daun 3 - 9, letak berseling. Helaian anak daun bertangkai, bentuk bulattelur sungsang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata atau agak beringgit, panjang 2 - 7 cm, lebar 1 - 3 cm, permukaan licin, mengkilap, warnanya hijau, bila diremas tidak berbau. Bunga majemuk berbentuk tandan, 1 - 8, warnanya putih, wangi, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buah buni berdaging, bulat telur atau bulat memanjang, panjang 8 - 12 mm, masih muda hijau setelah tua merah mengkilap, berbiji dua.

Bagian yang digunakan:

Daun, bunga, akar, ranting dan kulit batang

Sifat kas:
Analgesik, diuretik dan stomakik

Khasiat:

1. Haid tidak teratur

Ramuan:
Daun kemuning = 3 gram atau 1/2 genggam
Daun Pacar Kuku = 3 gram atau 1/2 genggam
Rimpang Temu Lawak = 4 gram atau 1 jari
Air = 110 ml atau 3 gelas

Cara pembuatan:
Daun kemuning dan daun pacar kuku (lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Lama pnegobatan:Diulang selama 3 hari

2. Keputihan
Ramuan:
Daun kemuning = 3 gram
Daun pacar kuku = 3 gram
Herba Tapak Liman = 2 gram
Rimpang Temu Kunci = 2 gramAir = 110 ml

Cara pembuatan;Dibuat infus, diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 7 hari

3. Bisul

Akar kemuning kering sebanyak 30 gram dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

4. Memar

Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

5. Sakit gigi

Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

6. Melangsingkan badan

Daun kemuning = 1 genggam
Daun pace = 1 genggam
Bangle/temu giring = 1/2 jari kelingking
Air = secukupnya

Cara pembuatan:Semua bahan ditumbuk halus tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk rata. Peras dengan sepotong kain Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.Lama pengobatan dicoba selama 7 hari, untuk pemeliharaan diminum 2 kali seminggu dan tiap kali minum 1/4 cangkir.

7. Radang Buah Zakar

Daun kemuning = 60 g danHerba sambiloto = 35 g

Cara pembuatan:Daun kemuning dan herba sambiloto dicuci lalu direbus dengan air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

8. Infeksi saluran kecing

Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. (berbagai sumber)

Sumber gambar: pdpersi.co.idSumber: CBN

Wednesday, August 13, 2008

Jambu Mede

Jambu mede atau jambu monyet berasal dari brazil, tersebar di daerah tropik dan ditemukan pada ketinggian antara 1-1.200 m dpl. Jambu mede akan berbuah lebih baik di daerah beriklim kering dan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Tanaman ini dapat tumbuh di segala macam tanah, asalkan jangan ditanah lempung yang pekat dan tergenang air.

Pohon, tinggi 8-12 m, memiliki cabang dan ranting yang banyak. Batang melengkung, berkayu, bergetah, percabangan mulai dari bagian pangkalnya. Daun tunggal, bertangkai, panjang 4-22,5 cm, lebar 2,5-15 cm. helaian daun berbentuk bulat telur sungsang, tepi rata, pengkal meruncing, ujung membulat dengan lekukan kecil di bagian tengah, pertulangan menyirip, berwarna hijau. Bunga berumah satu memiliki bunga betina dan bunga jantan, tersusun bentuk malai, keluar di ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya buah batu, keras, melengkung.

Tangkai buahnya lama kelamaan akan menggelembung menjadi buah semu yang lunak, seperti buah peer, berwarna kuning, kadang-kadang bernoda merah, rasanya manis agak sepat, banyak mengandung air dan berserat. Biji bulat panjang , melengkung pipih, warnanya coklat tua.

Kayunya dapat dijadikan bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan kerajinan tangan. Kulit kayu digunakan pada industri batik atau untuk bahan penyamak. Daun muda bisa dimakan sebagai lalap (mentah atau dikukus terlebih dahulu). Buah semu rasanya sepat dan bisa dimakan sebagai rujak, dibuat minuman, anggur dan selai. Jika sudah diolah, harga biji jambu mede cukup mahal, dikenal dengan nama kacang mede.

Kulit bijinya mengandung cashew nut shell liquid (CNSL). Jika cairan tersebut mengenai mulut dapat menimbulkan peradangan. Setelah diolah, CNSL dapat digunakan untuk bahan pelumas, insektisida, pernis, plastik, enten atau okulasi.

Sifat dan Khasiat

Kulit kayu berbau lemah, rasanya kelat dan alam kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan memacu aktivitas enzim pencernaan (alteratif).

Daun berbau aromatik, rasanya kelat, berkhasiat antiradang dan penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Biji berkhasiat sebagai pelembut kulitdan penghilang nyeri (analgesik). Tangkai daun berfungsi sebagai pengelat daan akar berkhasiat sebagai pencahar (laksatif).

Kandungan Kimia

Kulit kayu mengandung tanin yang cukup banyak, zat samak, asam galat dan ginkol katekin. Daun mengandung tanin-galat, flavonol, asam anakardiol, asam elagat, senyawa fenol, kardol dan metil kardol. Buah mengandung protein, lemak, vitamin (A, B dan C), kalsium, fosfor, besi dan belerang. Percarp mengandung zat samak, asam anakardat dan asam elegat. Biji mengandung 40-50% minyak dan 21% protein protein. Minyak mengandung asam oleat, asam linoleat dan vitamin E. Getah mengandung furtural.

Asam anakardat berkhasiat bakterisidal, fungisidal mematikan cacing dan protozoa.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah kulit kayu, biji, minyak biji, kulit biji, daun mudan dan buah.

Indikasi

Kulit kayu digunakan untuk pengobatan;

Sering buang air kecil (diabetes mellitus)
Kencing manis (diabetes mellitus)
Sembelit
Sariawan, dan
Jerawatan

Biji (nuts) digunakna untuk pengobatan;

Radang mulut rahim (servikitis)
Sakit gigi, radang gusi
Gigitan ular berbisa, dan
Berat badan kurang

Minyak biji digunakan untuk pengobatan;

Ruam kuku, borok, prosiasis
Karacunan makanan
Kulit biji digunakan untuk pengobatan;
kanker kulit
Membersihkan karang gigi

Daun muda digunakan untuk pengobatan;

Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Kencing manis (diabetes mellitus)
Malaria
Rematik
Sariawan dan
Ruam kulit

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 10-20 g kulit kayu, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pengobatan luar, giling kulit kayu sampai halus, lalu bubuhkan pada bagian yang terkena gigitan ular berbisa atau clavus (penebalan kulit, biasanya terjadi di telapak tangan dan telapak kaki). Cara lain, giling daun segar sampai halus dan bubuhkan pada luka bakar, lepuh, gigi dan gusi yang sakit. Untuk pengobatan borok, sifilis, lepra, psoriasis, eksim, kulit dan telapak kaki pecah-pecah, rebus, kulit biji yang masih segar sampai airnya mengental, lalu oleskan pada bagian yang luka.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Ekstrak alkohol daun jambu mede menunjukkan;
Efek hipoglikemik pada tikus albino
Keaktifan antikanker terhadap hepatoma129 pada mencit. (vademikum bahan obat alam. DITJEN POM Depkes RI)

Infusum 10% daun jambu mede menunjukkan;

Efek seperti yang ditimbulkan oleh morfin dan fenotiazin pada tikus albino.

Efek perpanjangan waktu reaksi pada mencit. Efek ini timbul pada dosis 30 ml/kg bb. Kemungkinan besar, keadaan ini diakibatkan oleh zat aktif yang berkhasiat analgetik, seperti morfin atau metamizol (vademikum bahan obat alam, Ditjen POM Depkes RI).

Secara spesifik, infus daun jambu mede dengan takaran 50 cc/kg bb yang diberikan secara intra peritoneal pada tikus putih dapat menghambat conditional avoidance escape response pada 87% binatang percobaan. Di lain pihak, tikus kontrol yang diberi garam faal tidak mengalami hambatan (H. Sardjono O. Santoso, Sulistia Gunawan dan Jati Istiantoro, Bagian Farmakologi FKUI).
Infus daun jambu mede muda mempunyai pengaruh analgesik yang sama kuat dengan parasetamol pada kasus periodontitis akut. Efek samping berupa mual dan pusing (Dewi F., dkk. FKG UI 1992).
.
Contoh Pemakaian
.
Sembelit

Cuci 10g kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali sama banyak.

Kencing manis (Diabetes Mellitus)

Cuci 15g kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali masing-masing 1/2 gelas.

Radang Tenggorokan

Cuci 5 buah semu jambu mede sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 4 sendok makan air masak dan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata. Peras ramuan tersebut, lalu saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur (langsung ditelan), sehari 3 kali, masing-masing 2 sendok makan.

Sariawan

Cuci segenggam daun muda dan sepotong kulit kayu jambu mede sampai bersih, lalu rebus dalam 1 liter air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2-3 kali, masing-masing 1 gelas. Air rebusan tersebut juga dapat digunakan untuk berkumur-kumur.

Rematik, Tekan darah tinggi

Iris-iris segenggam daun jambu mede, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Digigit ular berbisa

Gongseng beberapa buah jambu mede yang mengandung biji sampai kulit luarnya menguning untuk menghilangkan racun yang dapat menimbulkan iritasi kulit. Setelah kuning, keluarkan bijinya. Jemur sampai kering, lalu giling sampai halus. Gunakan ramuan ini untuk menabur luka akibat gigitan ular beracun.

Sakit gigi, radang gusi

Gongseng 5 buah kacang mede kering sampai kuning, lalu giling menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk tersebut, lalu tambahkan 1/4 sendok teh madu. Aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada gigi yang berlubang atau sekitar gusi yang meradang.

Catatan
Secara botani, buah jambu mede yang sebenarnya adalah buah geluknya (nuts), sedangkan buah yang biasanya dirujak adalah tangkai buah yang membengkak dan berdaging. Getah kulit bijinya (pericarp)mengandung kardol yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit. Jika seseorang mengeluarkan kacang mede dengan cara menggigit kulit luar bijinya akan terasa panas dan perih karena terjadi iritasi di bibir dan mukosa mulut.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha

Kangkung, Selain sebagai Penenang Juga Atasi Pendarahan

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas.
Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu, tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib". Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya.

Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjoo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi.

Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung.

Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Resep kangkungBerikut ini beberapa resep tanaman kankung yang diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya dari Dr. Praptiwi, peneliti di Balitbang Botani, Pusitbang Biologi, LIPI, Bogor.

Mengurangi haid dan mimisan
Bahan :

* Dua ikat kangkung
* Satu sendok makan madu.
* Air secukupnya

Cara membuat :
Petiklah duan kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Minumlah sampai enam hari.

Sakit gigi
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Setengah sendok teh cuka
* Satu gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan satu gelas air dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih dan dingin, gunakan untuk berkumur.

Melancarkan air seni
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Dua gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas. Setelah dingin, minumlah air rebusannya sekaligus.

Insomnia, sembelit, mual bagi Ibu hamil
Makan tumisan sayur kangkung

Sariawan, gusi bengkak
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu gelas air

Cara membuat :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Habis itu cucilah hingga bersih. Setelah itu lumatkan sambil ditambah satu gelas air. Peras dan saringlah. Gunakan air tersebut untuk berkumur.

Mengecilkan bisul
Bahan :
* Segenggam daun kangkung
* Garam secukupnya

Cara membuat :
Ambil segenggam daun kangkung yang segar bersama-sama batangnya kemudian tumbuk sehingga lumat. Campur dengan sedikit garam lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Biarkan hingga kering. Bisul akan kecil dan tidak lagi terasa sakit atau berdenyut-denyut. Ulang beberapa kali lagi hingga bisul sembuh sepenuhnya.

Mengatasi keracunan makanan
Bahan :
* Kangkung segar 500 gram
* Kacang hijau 120 gram
* Air secukupnya
* Satu sendok makan madu

Cara membuat :
Kangkung dan kacang hijau diberi air sedikit lalu dihaluskan. Setelah itu saringlah. Hasil saringan dicampur dengan satu sendok makan madu. Setengah dari ramuan diminum pagi dan setengahnya lagi pada sore hari. Ulangi pengobatan paling sedikit selama tiga hari.

Mengurangi kapalan
Bahan :
Getah kangkung.

Cara mengobati :
Oleskan getah kangkung pada kulit yang kapalan. Lakukan berkali-kali, paling tidak selama tiga jam sekali sampai sembuh.

Mengobati Eksim
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya.
* Air secukupnya.

Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara II :
Lumatkan batang dan akar kangkung segar lalu dikompreskan ke bagian yang gatal.

Mengatasi sakit kepala
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu sendok madu
* Garam secukupnya

Cara I :
Segenggam daun kangkung ditumbuk halus. Beri sedikit garam dan air lalu saring. Tambhakan satu sendok makan madu, aduk. Satu ramuan diminum sekaligus sehari sekali.

Cara II :
Rebuslah seikat kangkung. Minumlah air rebusan tersebut.

Mengatasi wasir
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya
* Satu sendok makan madu

Cara I :
Kurang leboh segenggam akar kangkung yang sudah dicuci bersih direbus dengan tiga gelas air sampai air tinggal separuhnya. Setelah dingin, air rebusa tersebut diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Cara II :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah daun kangkung sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Lakukan selama enam hari.

Menghilangkan ketombe
Bahan :
* Seikat kangkung
* Air sebanyak satu liter

Cara membuat :
Kangkung segar direndam semalaman sampai airnya berwarna kebiruan. Gunakan air tersebut untuk keramas sampai ketombe hilang. Sumber: Senior

Kemiri Bumbu Dapur Penyubur Rambut

Kemiri yang dalam bahasa daerah disebut buah tondeh atau buah kareh (Minangkabau), muncang (Sunda) dan keminting (Dayak) sebetulnya tergolong bumbu dapur. Bijinya yang berwarna putih ke kuningan dipergunakan untuk menggurihkan masakan. Biji kemiri ini mengandung lemak hingga 60 persen. Bila diperas, keluarlah minyak.

Nah, minyak ini mengandung sejumlah zat kimia yang mendatangkan berbagai khasiat. Yang cukup populer adalah khasiat menyehatkan rambut, mulai dari menyuburkan, menguatkan dan menghitamkan rambut secara alami. Kebenaran khasiat ini tidak diragukan lagi. Praktiknya sudah dilakukan masyarakat Indonesia secara turun temurun dalam kurun waktu berabad-abad. Karena itu di zaman modern ini banyak pengusaha menjadikan minyak kemiri sebagai bahan utama pembuatan produk-produk perawatan rambut yang dijual dalam bentuk krim, semir, atau tonik.

Manfaat lain kemiri
Biji kemiri memiliki banyak kegunaan. Biji yang ditumbuk dapat digunakan mengobati obat sakit gigi, bisul, demam dan pembengkakan di persendian tulang. Biji yang sudah dioalh menjadi minyak dapat pula difungsikan sebagai alternatif bahan bakar. Dulu ketika listrik masih jarang, minyak kemiri menggantikan fungsi minyak tanah untk menghidupu lampu minyak atau lampu teplok. Minyak kemiri juga digunakan dalam kegiatan batik membatik. Selain itu dapat pula difungsikan sebagai obat gosok mengatasi pegal dan masuk angin.

Meski biji kemiri memberikan rasa gurih, bagian ini mengandung asam hidrosianik yang beracun. Jika termakan dalah jumlah berlebihan bisa memabukkan dan mengundang diare. Mungkin ini sebabnya mengapa biji kemiri lebih difungsikan sebagai bumbu dapur bukan untuk dimakan mentah dan minyaknya pun jarang digunakan untuk menggoreng.
Selain biji, kulit batang kemiri juga sering dimanfaatkan untuk pengobatan. Kandungan zat tanin-nya cukup ampuh mengusir sariawan dan disentri. Daun kemiri juga berkhasiat obat, antara lain berguna mengobati sakit gigi.

Di luar urusan pengobatan, tanaman yang dapat tumbuh hingga lebih 40 meter ini juga dapat menerbitkan inspirasi bisnis. Sebab, batang kayunya yang ringan, putih dan berserat halus sangat cocok dijadikan bahan baku pembuatan tangkai korek api dan dapat pula digunakan sebagai bahan pembuatan kertas.

Resep Obat Kemiri

Membuat minyak kemiri
Ambil daging biji kemiri sebanyak seprempat kilogram. Tumbuk sampai halus, lalu masukkan ke dalam panxi. Tambahkan 1 gelas air bersih sambil diaduk rata. Panaskan campuran tersebut di atas api sampai mendidih dan keluar minyaknya. Untuk mengambil minyaknya, setelah dingin peras lalu saring dengan menggunakan sepotong kain. Setelah minyak kemiri terkumpul, panaskan sampai mendidih kembali. Matikan kompor. Setelah dingin, minyak kemiri siap digunakan untuk pengobatan.

Jika biji kemiri diperas dalam kondisi panas, minyak yang keluar berwarna gelap dan baunya kurang sedap.

Menyuburkan dan mencegah rambut rontok
Gosokkan minyak kemiri pada kulit kepala. Lakukan 2-3 kali seminggu.Cara lain:Sediakan 10 gram kemiri, 6 lembar daun mengkokan, 2 lembar daun pandan wangi, 6 lembar daun urang aring, 500 cc minyak kelapa, 50 cc minyak wijen, 2 kuntum bunga mawar, dan 14 kuntum bunga melati. Rebus bahan dengan 2.000 cc air hingga bersisa 1.000 cc. Saring, setelah dingin oleskan pada kulit kepala sambil dipijat-pijat. Lakukan 2 kali sehari.

Sariawan
Ambil getah dari kulit batang kemiri dan santan kelapa secukupnya. Tempelkan pada bagian tuuh yang sakit.

Sakit gigi
Sediakan getah daun kemiri beberapa tetes, lalu oleskan pada bagian gigi yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.

Buang air besar berdarah
Sediakan 20 gram kulit batang kemiri. Setelah dicuci bersih, rebus bahan dengan 400 cc air hingga bersisa 200 cc. Saring, lalu minum selagi hangat.

Susah buang air besar (sembelit)
Ambil 1 buah biji kemiri, 2 siung bawang merah, 5 gram pulasari, 10 gram kayu manis, 30 gram daun urang-aring, setengah sendok teh garam, dan setengah sendok teh adas. Haluskan semua bahan lalu rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Saring dan minum airnya 2 kali sehari, masing-masing sebanyak 200 cc.

Gatal-gatal karena digigit serangga
Ambil 2 buah kemiri dan kunyit seukuran jari kelingking. Pangganglah bahan-bahan tersebut, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan keseluruhan bagian tubuh yang gatal.Sumber: human health

Kemuning atasi rematik, kolesterol, dll

Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar. Karena berkhasiat obat, tanaman itu kini banyak dipelihara di dalam pot. Energi dari tanaman itu diyakini juga sanggup menenangkan hati yang sedang gundah.

Tanaman yang biasa tumbuh liar ini ternyata bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Meski acap dipandang sebelah mata, tanaman ini ternyata sangat berguna. Daun, ranting, akar juga kulit batang tanaman yang biasa tumbuh di semak belukar dan di tepi hutan, atau di halaman sebagai hiasan ini, dapat mengobati berbagai penyakit termasuk diantaranya radang sendi dan buah zakar.

Berikut ini beberapa contoh ramuan kemuning yang diperoleh dari berbagai sumber. Ramuan kemuning untuk mengobati:

Bisul
Ramuan : Ambil akar kemuning kering sebanyak 30 gram, cuci dan potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa sepertiganya. Setelah dingin, saring lalu minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Rematik, keseleo dan memar
Ramuan : Akar kemuning kering sebanyak 15-30 gram dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing satu gelas. Rebus sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring lalu diminum dua kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Rematik sendi
Ramuan : Ambil akar kemuning, akar tembelekan (Lantana camara), dan tiga pasang kaki ayam yang sudah dicuci. Semua bahan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu ditim. Saat masih hangat airnya diminum sekaligus.

Sakit gigi
Ramuan : Minyak darikulit batang kemuning yang sudah dibakar teteskan di sepotong kapas. Masukkan ke gigi yang berlubang. Setelah itu, segera ke dokter gigi untuk penanganan berikutnya.

Radang buah zakar
Ramuan : Ambil daun kemuning segar 60 gram dan herba sambiloto 35 gram. Cuci lalu rebus dengan air bersih dua gelas sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum dua kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Infeksi saluran kencing
Daun kemuning segar sebanyak 35 gram dicuci lalu tambahkan tiga gelas air bersih. Rebus sampai air tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, diminum tiga kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Haid tidak teratur
Ramuan : Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) segar masing-masing 1/2 genggam, rimpang temulawak satu jari. Cuci dan potong-potong seperlunya. Setelah itu, rebus dengan tiga gelas air bersih. Tunggu sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dua kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Masih ada manfaat lain dari kemuning, yaitu untuk:

Mencegah kolesterol tinggi
Ramuan : Daun kemuning 20 gram direbus dengan tiga gelas air. Tunggu hingga air tersisa satu gelas. Minum sehari tiga kali sebanyak satu gelas, sebelumnya beri madu satu sendok makan.

Melangsingkan badan
Ramuan : Segenggam daun kemuning ditambah tiga lembar daun mengkudu ( Morindo citrifolio) dan sejari rimpang temugiring yang dipotong-potong dimasak dengan tiga gelas air. Rebus hingga menjadi dua gelas, saring, dibagi tiga, diminum pagi, siang dan malam hari.
Sumber: Senior

Saturday, May 24, 2008

Manfaat alpokat bagi kesehatan

Nama latin : Persea gratissima Gaertn
Sinonim :P. americana, Mill.
Familia :Lauraceae

Uraian :
.
Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya.

Pohon kecil, tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul.

Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan.

Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

Nama Lokal :

Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

Penyakit Yang Dapat Diobati :Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Daging buah, daun, biji.

KEGUNAAN:

Daging buah :- Sariawan. - Melembabkan kulit kering.
Daun: - Kencing batu. - Darah tinggi, sakit kepala. - Nyeri syaraf. - Nyeri lambung. - Saluran napas membengkak (bronchial swellings).- Menstruasi tidak teratur.
Biji: - Sakit gigi. - Kencing manis.

PEMAKAIAN

Untuk minum: 3-6 lembar daun.

Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.

CARA PEMAKAIAN:

  1. Sariawan: Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
  2. Kencing batu: 4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.
  3. Darah tinggi : 3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin diminum sekaligus.
  4. Kulit muka kering: Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.
  5. Sakit gigi berlubang: Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.
  6. Bengkak karena Peradangan: Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.
  7. Kencing manis: Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.
  8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak teratur.

Data penelitian: Daun mempunyai aktivitas antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975).

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :

Daun: Rasa pahit, kelat. Peluruh kencing. Biji : Anti radang, menghilangkan sakit.

KANDUNGAN KIMIA:

Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida dan flavonoida, Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.


sumber : iptek.net