Showing posts with label Ketombe. Show all posts
Showing posts with label Ketombe. Show all posts

Tuesday, August 19, 2008

Inggu untuk hepatitis

Tanaman ini bisa dibilang langka karena hanya dapat dijumpai di dataran tinggi. Meski begitu, getah batangnya mudah ditemui di toko jamu. Getah inggu yang diseduh dengan air bisa menyembuhkan sakit lever, sedangkan daunnya untuk mengobati histeris.

Sesuai dengan jenisnya yang merupakan tanaman perdu, inggu atau dalam bahasa Latin disebut Ruta angustafiola L, Pers, tidak tumbuh terlalu tinggi. Tumbuh di daerah sejuk, tinggi pohon inggu hanya berkisar 30 hingga 150 cm.

Getah Batang
Efek farmakologis didapat dari penggunaan daun serta batang dan getahnya yang sering dipakai sebagai jamu. Getah batang inggu banyak dijual oleh pedagang jamu di pasar.

Selain bentuk tanamannya yang sedang dan daunnya yang kecil, inggu bisa dikenali dari baunya yang menyengat. Terlebih lagi jika daunnya diremas. Rasanya pahit dan pedas.

Meskipun begitu, inggu punya banyak khasiat. Getah inggu yang dicampur dengan kunyit yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal. Karena itu, inggu sering digunakan untuk membunuh tungau dan menstimulasi kulit.

Ramuan inggu juga bisa digunakan untuk mengobati orang yang mengalami histeria. Caranya dengan menempelkan ramuan daun inggu pada pergelangan tangan dan pelipis penderita.
Hal yang sama juga dapat dilakukan bagi penderita demam. Terlebih lagi demam yang bisa mengakibatkan kejang pada anak. Sebab, inggu dikenal memiliki sifat antikejang.

Khasiat lain inggu adalah sebagai penawar bisa, pembius, anti peradangan, pereda nyeri dan panas, diuretik dan merangsang nafsu makan. Diyakini pula inggu bersifat antiafrodisiak dan dapat memperlambat denyut jantung.

Literatur lain menyebutkan, di Malaysia, getah inggu digunakan sebagai obat tetes telinga. Bagi masyarakat Jawa, daun inggu dipakai sebagai bahan campuran obat batuk.

Namun secara tradisonal, inggu kerap digunakan sebagai rempah-rempah. Meski begitu, bila dipakai berlebihan inggu akan sangat berbahaya. Sebab, potensial menimbulkan toksik atau racun.

Misalnya saja, penggunaan ramuan inggu secara internal dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran pada wanita hamil. Karena itu, perempuan hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi ramuan ini. Sebab, efek meluruhkan tersebut bisa menimbulkan terjadinya keguguran.

Penggunaan secara berlebihan juga dapat mengakibatkan kejadian muntah, sakit maag, pembengkakan di lidah, kedinginan, bahkan kematian. Namun, sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya kematian akibat minum ramuan inggu.

Beberapa contoh ramuan
Beberapa contoh ramuan yang dibuat oleh Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Taman Sringanis, Bogor, bisa dicoba untuk penyakit-penyakit berikut ini:
Hepatitis
Getah batang inggu yang sudah kering sebesar biji kedelai dimasukkan ke dalam segelas air panas. Tunggu hingga larut. Setelah itu siap diminum.

Stuip/kejang pada anak
Daun Inggu segenggam ditumbuk bersama dengan parutan 1-2 butir bawang merah. Setelah tertumbuk rata, tempelkan di ubun-ubun anak. Untuk anak yang pingsan, ciumkan daun inggu di hidungnya.

Demam pada anak
Daun inggu 3-5 helai, diremas bersama dengan bunga seruni satu buah dan air hangat secukupnya. Usapkan pada tubuh anak menggunakan handuk kecil.

Penawar bisa kalajengking atau lipan
Segenggam daun inggu direbus dengan satu gelas air hingga tersisa setengahnya. Airnya diminum dan ampasnya ditempelkan pada bagian yang digigit.

Demam kuning
Daun inggu segenggam, temulawak segar sebesar telur ayam, dan tiga pohon kecil meniran direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum, selagi hangat.

Ketombe dan kurap
Daun inggu segar 3-5 helai dan rimpang kunyit satu ruas jari tangan dipipis hingga berbentuk pasta dengan tambahan sedikit air.

* Untuk ketombe, rambut dibasahi, kemudian lumuri dengan ramuan inggu. Garuk dengan bantuan ujung tangan atau sisir. Jika sudah terkelupas, keramas dengan menggunakan sampo biasa. Ulangi selama empat hari.
* Untuk kurap, ramuan dibalurkan pada bagian yang terkena kurap setiap tiga jam.

Gangguan lever

* Daun inggu 25 gram direbus bersama brotowali 15 gram dan kunyit 10 gram dengan tambahan air secukupnya. Rebus hingga air tersisa separuhnya. Diminum secara rutin tiga kali sehari.
* Sepertiga genggam daun inggu direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.

Sumber: Senior

Friday, August 15, 2008

11 Ramuan Pengusir Ketombe

Siapa sih yang sanggup terus-terusan dinganggu ketombe, apalagi bila serangan gatalnya muncuk di depan umum. Kalau menggaruk kepala malu. Kalau dibiarkan, duh rasa gatalnya tak tertahankan.

Ketombe memang bikin repot dan kesal, terlebih bila berbagai produk shampoo antiketombe telah dicoba namun tidak memberikan hasilnya memuaskan. Apa lagi yang bisa diperbuat?

Jangan berputus asa! Masih ada beberapa alternatif lain yang dapat ditempuh. Salah satunya terapi herbal. Siapa tahu dengan cara alami, ketombe di kepala Anda betul-betul sirna.
  1. Sediakan santan kelapa sebanyak 100 ml, air buah jeruk purut 100 ml, dan air buah nanas 100 ml. Campur semua bahan, gunakan ramuan untuk membasahi kulit kepala sehabis keramas. Bila pada kulit kepala terdapat luka, olesan ramuan ini akan menimbulkan perih.
  2. Sediakan setengah cangkir minyak wijen, setengah cangkir minyak kelapa, 3 lembar daun orang-aring 3 lembar daun waru, 3 lembar daun mangkokan (Nothopanax scutellarium), 3 lembar daun pandan wangi, 2 butir kemiri, 1 kuntum bunga mawar, dan 7 kuntum bunga melati. rebus sampai mendidih air sebanyak dua liter pada panci. Panaskan minyak wijen dan minyak kelapa hingga mendidih pula, lalu masukkan campuran minyak ke dalam panci yang berisi 2 liter. Rebus hingga mendidih lagi. Kemudian masukkan semua bahan lainnya. Setengah 15 menir ramuan diangkat, disaring, dan didinginkan. Menjelang tidur malam, oleskan air ramuan pada kulit sampai rata sambil memijit kira-kira 10 menit. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.
  3. Ambil 3-4 siung bawang merah, kupas kulitnya, lalu diparut atau tumbuk sampai halus. Oleskan ramuan bawang merah pada bagian kulit kepala sambil gosok-gosok perlahan selama 5 menit. Bila rambut dengan air hangat sampai bersih. Lakukan perawatan ini satu kali seminggu. Jika rambut rontok, hentikan pemakaian bawang merah ini. Tandanya, rambut Anda tidak cocok dengan ramuan ini.
  4. Sediakan 7 lembar daun pandan segar. Cuci bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air bersih sambil diremas-remas hingga merata. Peras dan saring. Oleskan aia perasan daun pandan ini ke kulit kepala yang berketombe. Biarkan sampai mengering kalau perlu oleskan sekali lagi. Sekitar 30-60 menit kemudian bila dengan air bersih, lakukan setiap hari sampai sembuh.
  5. Sediakan kemiri secukupnya. Tumbuk sampai halus, lalu masuk hingga mengeluarkan minyak. Gosokkan minyak kemiri ke kulit kepala hingga meresap sampai ke pori-pori. Lalu bilas rambut dengan air bersih. Lakukan 3 kali seminggu.
  6. Potong sebuah jeruk nipis menjadi 2-4 bagian. Gosok-gosokkan ke kulit kepala secara merata. Biarkan mengering beberapa lama. Kemudian bilas.
  7. Cuci 2-3 lembar daun kecubung segar. Tumbuk sampai halus, gosokkan pada kulit kepala yang berketombe. Diamkan beberapa lama. Kemudian bilas.
  8. Oleskan seperempat buah nanas masak. Kupas kulitnya, parut, lalu peras dan saring. Tambahkan perasan air 1 buah air jeruk nipis. Aduk sampai rata. Gunakan ramuan untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam hari sebelum tidur. Keramas rambut di keesokan paginya. Lakukan 2-3 kali seminggu.
  9. Ambil segenggam daun ingu segar, 1 potong kunyit dan 1 sendok teh beras. Cuci bersih lalu giling sampai halus seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala yang mengalami ketombe.
  10. Sediakan seikat sayur kangkung. Cuci bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga bersisa 1 gelas. Diamkan hingga dingin. Kemudian remas-remas tak perlu terlalu lumat. Gosokkan kangkung pada kluit kepala, diamkan sekitar 30 menit. Bilas dengan air rebusan kangkung. Selanjutnya bilas dengan air biasa.
  11. Satu ikat kangkung segar direndam dengan 1 liter air semalaman sampai airnya berwarna biru. Gunakan air tersebut untuk keramas. Lakukan secara teratur sampai ketombe hilang.

Sumber: Majalah Nirmala

Wednesday, August 13, 2008

Kangkung, Selain sebagai Penenang Juga Atasi Pendarahan

Tidak hanya rasanya yang lezat bila ditumis. Daun dan akar kangkung, tanaman yang mudah kita jumpai di rawa-rawa itu, bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya mengurangi sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa untuk keramas.
Tanaman menjalar berbatang bulat, beruas, dan berlubang di tengahnya ini ternyata tidak hanya lezat saat disantap dalam bentuk tumis atau model masakan lain. Lebih dari itu, tanaman ini sangat bermanfaat membantu menyembuhkan penyakit tertentu.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok "Tanaman Penyembuh Ajaib". Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi, juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, keracunan makanan, dan lain-lainnya.

Menurut Dr. R.A. Seno Sastroamidjoo, MD, nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gr, energi 28 kcal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr. Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi.

Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu utama kangkung.

Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.
Resep kangkungBerikut ini beberapa resep tanaman kankung yang diperoleh dari berbagai sumber. Salah satunya dari Dr. Praptiwi, peneliti di Balitbang Botani, Pusitbang Biologi, LIPI, Bogor.

Mengurangi haid dan mimisan
Bahan :

* Dua ikat kangkung
* Satu sendok makan madu.
* Air secukupnya

Cara membuat :
Petiklah duan kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Minumlah sampai enam hari.

Sakit gigi
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Setengah sendok teh cuka
* Satu gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan satu gelas air dan setengah sendok teh cuka. Setelah mendidih dan dingin, gunakan untuk berkumur.

Melancarkan air seni
Bahan :
* Segenggam akar kangkung
* Dua gelas air

Cara membuat :
Rebuslah segenggam akar kangkung dengan dua gelas air sampai tinggal satu gelas. Setelah dingin, minumlah air rebusannya sekaligus.

Insomnia, sembelit, mual bagi Ibu hamil
Makan tumisan sayur kangkung

Sariawan, gusi bengkak
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu gelas air

Cara membuat :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Habis itu cucilah hingga bersih. Setelah itu lumatkan sambil ditambah satu gelas air. Peras dan saringlah. Gunakan air tersebut untuk berkumur.

Mengecilkan bisul
Bahan :
* Segenggam daun kangkung
* Garam secukupnya

Cara membuat :
Ambil segenggam daun kangkung yang segar bersama-sama batangnya kemudian tumbuk sehingga lumat. Campur dengan sedikit garam lalu tempelkan pada bagian yang bengkak. Biarkan hingga kering. Bisul akan kecil dan tidak lagi terasa sakit atau berdenyut-denyut. Ulang beberapa kali lagi hingga bisul sembuh sepenuhnya.

Mengatasi keracunan makanan
Bahan :
* Kangkung segar 500 gram
* Kacang hijau 120 gram
* Air secukupnya
* Satu sendok makan madu

Cara membuat :
Kangkung dan kacang hijau diberi air sedikit lalu dihaluskan. Setelah itu saringlah. Hasil saringan dicampur dengan satu sendok makan madu. Setengah dari ramuan diminum pagi dan setengahnya lagi pada sore hari. Ulangi pengobatan paling sedikit selama tiga hari.

Mengurangi kapalan
Bahan :
Getah kangkung.

Cara mengobati :
Oleskan getah kangkung pada kulit yang kapalan. Lakukan berkali-kali, paling tidak selama tiga jam sekali sampai sembuh.

Mengobati Eksim
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya.
* Air secukupnya.

Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara I :
Seikat kangkung direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Diamkan sampai hangat-hangat kuku. Air ini dipakai untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan paling tidak sehari sekali.
Cara II :
Lumatkan batang dan akar kangkung segar lalu dikompreskan ke bagian yang gatal.

Mengatasi sakit kepala
Bahan :
* Seikat kangkung
* Satu sendok madu
* Garam secukupnya

Cara I :
Segenggam daun kangkung ditumbuk halus. Beri sedikit garam dan air lalu saring. Tambhakan satu sendok makan madu, aduk. Satu ramuan diminum sekaligus sehari sekali.

Cara II :
Rebuslah seikat kangkung. Minumlah air rebusan tersebut.

Mengatasi wasir
Bahan :
* Seikat kangkung beserta akarnya
* Satu sendok makan madu

Cara I :
Kurang leboh segenggam akar kangkung yang sudah dicuci bersih direbus dengan tiga gelas air sampai air tinggal separuhnya. Setelah dingin, air rebusa tersebut diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Cara II :
Petiklah daun kangkung dari batangnya. Setelah dicuci hingga bersih dengan air matang, tumbuklah daun kangkung sampai halus. Bisa juga diblender. Setelah itu saringlah. Ambil airnya dan campur dengan satu sendok makan madu. Minumlah air saringan sekaligus sehari sekali. Lakukan selama enam hari.

Menghilangkan ketombe
Bahan :
* Seikat kangkung
* Air sebanyak satu liter

Cara membuat :
Kangkung segar direndam semalaman sampai airnya berwarna kebiruan. Gunakan air tersebut untuk keramas sampai ketombe hilang. Sumber: Senior

Monday, August 4, 2008

Nanas, Pelangsing Tubuh

Coba tebak apa persamaan buah nanas dengan pemain sepak bola dunia, Ronaldo? Jawabannya sama-sama berasal dari negeri Samba, Brasil, dan punya keunggulan yang mengundang decak kagum. Nanas di luar negeri dikenal dengan sebutan pineaplle ini punya keunggulan yang patut diacungi jempol. Nanas bisa meluruhkan timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Berkat nanas, tubuh yang semula gembul perlahan-lahan menjadi langsing dan singset.

Bukan cuma itu. Buah yang kulitnya dipenuhi sisik emas ini membuat sistem pertahanan tubuh menjadi lebih solid. Kandungan vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, serta, dan enzim bromelain yang tersimpan dan buah nanas merupakan peluru tangguh yang bisa meng-KO serbuan penyakit-penyakit serius, seperti tumor, aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), dan beri-beri.

Nanas memang berpotensi menjadi tanaman obat. Menurut Dr. Setiawan Dalimartha dalam bukunya yang berjudul Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, enzim bromelain dalam buah nanas berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan sel kanker, dan mencegah terjadinya penggumpalan darah (blood coagulation).

Kandungan serat nanas yang cukup tinggi, cocok mengobati sembelit. Makan buah nanas, sama artinya mengonsumsi obat pencahar (konstipasi). Efeknya, buang air besar yang tadinya tersendat, menjadi lancar kembali. Nanas juga cukup baik dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang sakit. Dalam nanas terkandung zat-zat yang dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam tubuh.

Mengangkat sel kulit mati
Buah dan daun nanas bermanfaat pula membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement). Sebuah percobaan yang dilakukan terhadap beberapa ekor tikus yang mengalami luka bakar memperlihatkan bahwa enzim dalam daun dan buah nanas dapat mengangkat jaringan kulit yang mati akibat luka bakar. Enzim ini terus bekerja sampai jaringan kulit yang sehat menampakkan diri.

Memetik Khasiat Nanas
Menurunkan berat badan
Sediakan 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, kupas lalu cuci sampai bersih. Potong seperlunya, lalu jus atau parut, kemudian peras airnya. Agari air sari nanas diperoleh secara maksimal, peras denngan menggunakan potongan kain bersih. Minum air nanas sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

Sembelit
Pilih 3 buah nanas yang belum masak. Kupas dan cuci bersih. Parut atau jus, kemudian peras airnya. Minum air perasan nanas 2 kali sehari setelah makan. Masing-masing setengah gelas.

Radang tenggorokan
Sediakan 2 buah nanas masak. Kupas kulitnya, cuci sampai bersih, potong seperlunya, kemudian parut atau dibuat jus. Peras airnya. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1/3 bagian.

Kembung atau rasa penuh di perut karena pencernaan terganggu
Minum jus nanas sekitar 30 menit sebelum makan. Lakukan 3 kali sehari sekitar masing-masing sebanyak 1/2 gelas (150 cc).

Cacingan
Pilih 1 buah nanas muda. Kupas lalu cuci sampai bersih, kemudian bilas dengan air masak lalu parut. Peras dan saring air parutan. Minumkan sedikit demi sedikit pada anak yang menderita cacingan.

Ketombe
Sediakan 1/2 buah nanas yang sudah masak. Kupas kulitnya, parut, peras lalu saring airnya. Tambahkan perasan 1 jeruk nipis ke dalam air nenas. Aduk rata. Kemudia gosokan pada kulit kepala yang berketombe. Lakukan sebelum tidur dan keramaslah keesokan harinya. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Radang kulit (Dermatitis)
Sediakan 1/2 buah nanas yang sudah masak. Kupas, cuci bersih, lalu parut. Gosokkan pada bagian kulit yang sakit. Lakukan pada malam hari menjelang tidur. Biarkan semalaman dan cucilah pada esok hari.

Luka bakar, gatal, bisul
Ambil beberapa helai daun nanas, cuci sampai bersih lalu tumbuk hingga halus. Balurkan pada bagian kulit yang sakit.

Keseleo atau Memar
Sediakan 1 buah nanas matang, kupas, cuci bersih, potong-potong seperlunya. Jus potongan nanas tadi, dan minum airnya sekaligus.

Efek samping nanas
Tidak semua orang bebas mengonsumsi nanas. Buah yang satu ini mempunyai efek samping

1. Menggugurkan kandungan
Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan. Makanya, nanas sering digunakan untuk mengatasi haid yang terlambat. Wanita hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi nanas muda.

2. Memicu rematik
Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini isa memicu kekambuhan rematik gout. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.

3. Meningkatkan gula darah
Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.

4. Menimbulkan rasa gatal
Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam.

Sumber: human health