Showing posts with label Osteoporosis. Show all posts
Showing posts with label Osteoporosis. Show all posts

Monday, August 9, 2010

Osteoporosis: Tulang Mudah Rapuh dan Mudah Patah

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang progresif, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Tulang terdiri dari mineral-mineral seperti kalsium dan fosfat, sehingga tulang menjadi keras dan padat.

Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Juga persediaan vitamin D yang adekuat, yang diperlukan untuk menyerap kalsium dari makanan dan memasukkan ke dalam tulang.

Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan.

Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan mineral dalam tulang, maka tulang menjadi kurang padat dan lebih rapuh, sehingga terjadilah osteoporosis.

PENYEBAB

1. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.

Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.

Tidak semua wanita memiliki resiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

2. Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.

Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

3. Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan).

Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

4. Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.

Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

GEJALA

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala.

Beberapa penderita tidak memiliki gejala. Osteoporosis Osteoporosis

Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk.

Kolaps tulang belakang menyebabkan nyeri punggung menahun. Tulang belakang yang rapuh bisa mengalami kolaps secara spontan atau karena cedera ringan.

Biasanya nyeri timbul secara tiba-tiba dan dirasakan di daerah tertentu dari punggung, yang akan bertambah nyeri jika penderita berdiri atau berjalan.

Jika disentuh, daerah tersebut akan terasa sakit, tetapi biasanya rasa sakit ini akan menghilang secara bertahap setelah beberapa minggu atau beberapa bulan.

Jika beberapa tulang belakang hancur, maka akan terbentuk kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang (punuk Dowager), yang menyebabkan ketegangan otot dan sakit.

Tulang lainnya bisa patah, yang seringkali disebabkan oleh tekanan yang ringan atau karena jatuh.Salah satu patah tulang yang paling serius adalah patah tulang panggul.

Hal yang juga sering terjadi adalah patah tulang lengan (radius) di daerah persambungannya dengan pergelangan tangan, yang disebut fraktur Colles. Selain itu, pada penderita osteoporosis, patah tulang cenderung menyembuh secara perlahan.

DIAGNOSA

Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.

Untuk mendiagnosis osteoporosis sebelum terjadinya patah tulang dilakukan pemeriksaan yang menilai kepadatan tulang.

Pemeriksaan yang paling akurat adalah DXA (dual-energy x-ray absorptiometry). Pemeriksaan ini aman dan tidak menimbulkan nyeri, bisa dilakukan dalam waktu 5-15 menit.

DXA sangat berguna untuk:
- wanita yang memiliki resiko tinggi menderita osteoporosis
- penderita yang diagnosisnya belum pasti
- penderita yang hasil pengobatannya harus dinilai secara akurat.

PENGOBATAN

Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.

Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat, yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya.

Bifosfonat juga digunakan untuk mengobati osteoporosis.

Alendronat berfungsi:
- mengurangi kecepatan penyerapan tulang pada wanita pasca menopause
- meningkatakan massa tulang di tulang belakang dan tulang panggul
- mengurangi angka kejadian patah tulang.

Supaya diserap dengan baik, alendronat harus diminum dengan segelas penuh air pada pagi hari dan dalam waktu 30 menit sesudahnya tidak boleh makan atau minum yang lain.

Alendronat bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan bagian atas, sehingga setelah meminumnya tidak boleh berbaring, minimal selama 30 menit sesudahnya.

Obat ini tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki kesulitan menelan atau penyakit kerongkongan dan lambung tertentu.

Kalsitonindianjurkan untuk diberikan kepada orang yang menderita patah tulang belakang yang disertai nyeri.

Obat ini bisa diberikan dalam bentuk suntikan atau semprot hidung.

Tambahan fluorida bisa meningkatkan kepadatan tulang. Tetapi tulang bisa mengalami kelainan dan menjadi rapuh, sehingga pemakaiannya tidak dianjurkan.

Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi.Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.

Patah tulang karena osteoporosis harus diobati.Patah tulang panggul biasanya diatasi dengan tindakan pembedahan. Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan.

Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.

PENCEGAHAN

Pencegahan osteoporosis meliputi:

* Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup
* Melakukan olah raga dengan beban
* Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu).

Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun).

Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua wanita minum tablet kalsium setiap hari, dosis harian yang dianjurkan adalah 1,5 gram kalsium.

Olah raga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang. Berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.

Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron.

Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang dan mengurangi resiko patah tulang.

Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim.

Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

Tuesday, August 26, 2008

Mengungkap fakta : Lebih banyak kalsium dari produk susu sapi tidak membuat tulang kuat.

Memiliki tulang yang padat dan kuat adalah harapan kita semua, karena dapat mengurangi resiko terjadinya osteoporosis atau rapuh tulang.

Selama ini kita beranggapan bahwa tulang yang kuat membutuhkan lebih banyak kalsium terutama yang berasal dari susu sapi, tapi kenyataannya banyak hasil penelitian yang tidak mendukung pernyataan atau anggapan tersebut.

Tertanamnya anggapan tersebut berkat keberhasilan produsen susu atau hasil olahnya didalam mengiklankan produknya. Bahkan di Indonesia sendiri ada istilah 4 sehat 5 sempurna, yang artinya makanan harian kita akan lebih sempurna bila ditambah dengan susu. Padahal kenyataanya susu sapi bagi kebanyakan orang di Asia sering menimbulkan masalah lactose intolerance yang ditandai seperti timbulnya diare setelah mengkonsumsi susu. Sekarang slogan tersebut mulai diganti dengan konsep Gizi Seimbang atau Piramida Makanan, dimana untuk mengkonsumsi makanan perlu memperhatikan jenis, variasi dan jumlahnya.

Susu sapi sah-sah saja diberikan kepada bayi atau anak terutama karena pertimbangan si Ibu tidak bisa memberikan ASI ekslusifnya karena ada masalah kesehatan pada si Ibu, namun seyogyanya selepas si kecil sudah mengenal variasi makanan orang dewasa, pemberian susu tidak menggantikan beragam makanan tersebut. Namun pada kenyataannya sering kita jumpai susu menjadi penyumbang kalori terbesar bagi anak yang memicu terjadinya obesitas anak. Susu juga disinyalir mengandung hormon pertumbuhan yang hadir secara alami atau ditambahkan pada susu tersebut sehingga semakin memicu obesitas bila pola konsumsinya tidak benar.

Bagi orang tua, minum susu yang bertujuaan untuk mendapatkan sumber kalsium yang tinggi agar tulang kuat tidaklah selamanya tepat, karena semakin bertambah usia, biasanya produksi asam lambung berkurang padahal untuk mencerna kalsium membutuhkan asam lambung yang cukup.

Berikut fakta-fakta hasil penelitian yang antara lain menyebutkan korelasi negative antara minum susu sebagai sumber kalsium yang tinggi dengan tingkat kepadatan tulang.

1. The Chinese University Of Hong Kong, pernah melakukan studi pada tahun 1990 yang menganalisa hubungan asupan susu dengan pertumbuhan anak. Tempat dan waktu untuk penelitian yang ideal karena di daerah ini susu sapi menjadi begitu popular padahal secara tradisional diet mereka tidak tinggi kalsium. Studi pertama dilakukan pada anak dari lahir hingga usia lima tahun dimana 90%nya mengkonsumsi susu sapi dengan jumlah rata-rata asupan kalsiumnya 550 mg per hari. Hasil penelitian diantarnya adalah , pada usia 5 tahun asupan susu pada tiap-tiap anak tidak berkaitan dengan tingkat mineral tulang. Asupan kalsium selama tahun kedua dari kehidupan sang anak menjadi prediksi yang kuat bagi kekuatan tulang di usia 5 tahun (termasuk susu ibu dan sumber lainnya). 1). Studi kedua dilakukan pada anak-anak yang berusia 7 tahun, yang diberikan asupan kalisum hingga 800mg . Setelah 18 bulan, tidak nampak pertambahan pada tinggi atau kepadatan tulang lengan ataupun kaki dibanding mereka yang tidak mendapatkan suplementasi, meski ada beberapa tambahan kepadatan pada tulang belakang.2) Pada usia 12 hingga 13 tahun, asupan kalsium tidak berhubungan dengan kondisi mineral tulang, bahkan wanita yang mengkonsumsi kalsium ketingkat yang lebih tinggi memiliki kepadatan tulang lengannya yang lebih rendah. 3)

2. Pada semua studi , berat badan dan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan tingginya kondisi mineral tulang. Pada masa remaja, baik kalsium ataupun aktivitas fisik tidak berkaitan dengan perbaikan mineral tulang 3)Studi selama 14 tahun di Inggris menemukan, pada orang dewasa muda , tingkat aktivitas fisik dan berat badan di usia belasan tahun berkaitan dengan kepadatan mineral tulangnya., dan asupan kalsium mempunyai efek yang kecil. 5)

3. Studi yang dilakukan di RS Inggris, penambahan ekstra susu hingga 1100 mg per hari, menemukan hanya 10%nya yang kepadatan tulangnya bertambah., namun hasilnya tidak dapat divalidasi ketika diadakan pengecekan enzim darah yang seharusnya juga berubah saat terjadi pertumbuhan tulang.Anak-anak tesebut bertambah berat badannya tapi tinggi tidak bertambah. 6) Beberapa ahli menulis kembali studi ini dan salah seorang ahli menemukan bahwa kelompok susu mempunyai kepadatan tulang yang lebih rendah dari rata-rata di akhir studi7)

4. Studi yang dilakukan pada anak kembar di USA, ada pertambahan kepadatan tulang pada lengan dan tulang belakang ketika diberikan suplementasi kalsium bukan susu. 8) Namun ketika menginjak usia puber, bagaimanapun kalsium tidak menunjukkan manfaat.

5. Masalah asupan protein menjadi perhatian pada penanganan osteoporosis. Protein hewani seperti daging dan produk susu dapat menyebabkan hilangnya kalsium. 9) Kebutuhan kalsium pada diet tergantung pada besarnya asupan protein hewani . 10) Pada masyarakat Amerika, yang mengkonsumsi diet protein tinggi kemungkinan menjadi tidak mendapatkan cukup kalsium pada dietnya untuk mengkompensasi banyakan kalsium yang hilang akibat tingginya asam protein . 11) Untuk alasan inilah penduduk di Amerika memiliki angka kejadian osteoporosis tertinggi didunia dimana asupan produk susu juga tertinggi. Tambahan protein hewani 2 kali lipat dapat menyebabkan 50% lebih hilangnya kalsium. 12) Amerika memiliki tingkat patah tulang yang lebih tinggi dibanding negara Afrika yang hanya mengkonsumsi 200 mg kalsium per hari. Angka kejadian patah tulang pada penduduk Amerika : Wanita kulit putih ras non Hispanic 139 kejadian per 100.000 penduduk, Ras Meksiko Amerika : 67 per 100.000, dan Ras Afrika Amerika 55 per 100.000 sementara angka kejadian patah tulang pada penduduk Afrika Selatan kurang dari 7 per 100.000 peduduk per tahun. Di Jepang , dimana asupan kalsiumnya tidak tinggi, angka kejadian patah tulang pinggulnya rendah, tetapi sekarang mereka terus tumbuh. 22)

6. Tahun 1996, Peneliti Havard mengambarkan grafik hubungan antara asupan kalsium dengan patah tulang pinggul- lebih banyak kalsium lebih banyak patah tulang. 13) 14)


7. Tahun 1987, studi terhadap 106 wanita dewasa memperlihatkan asupan kalsium antara 500 dan 1400 mg kalsium per hari mengarah pada tidak ada perbedaan pada kepadatan mineral tulang15)

8. Studi yang lebih besar di Italia, pada wanita yang mengkonsumsi antara 440 dan 1025 mg kalsium perhari, menunjukkan ada pertambahan kecil jumlah patah tulang yang terjadi pada kelompok dengan asupan susu yang lebih tinggi. 16)

9. Studi terhadap 78.000 perawat memperlihatkan wanita yang mengkonsumsi susu lebih dari 1 gelas sehari mempunyai kesempatan 45% lebih besar untuk mendapatkan patah tulang pinggul dibanding mereka yang mengkonsumsi lebih sedikit. 17)

10. Industrialisasi terus berkembang yang membuat kegiatan fisik (olahraga) seringkali berkurang dan membanjirnya produk instan. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa hilangnya masa tulang pada bangsa Kaukasia yang sudah paska menopause di abad 18 dan 19 lebih rendah dibandingkan sekarang. 22)

Disinyalir Di Amerika, keberhasilan popularitas susu sebagai zat gizi terbaik untuk masalah tulang karena the National Osteoporosis Foundation, mendapat sumbangan terbesar dari perusahaan susu & hasil olahnya yaitu Bozell Worlwide.

Apa yang harus saya lakukan ?

Penyerapan kalsium bergantung pada banyak faktor, seperti vitamin D, hormon didalam tubuh, asam lambung dan interaksi dengan mineral lain seperti Boron, Magnesium, Tembaga, Mangan, Seng , Vitamin C dan Fluorida yang berperan didalam pembentukan tulang. Pada susu sapi sering mengandung banyak Fosfor yang dapat mengurangi tingkat penyerapan kalsium. Jadi kalau anda hanya mengandalkan susu sebagai sumber kalsium utama untuk bantu menguatkan tulang adalah tidak tepat.

Penulis sendiri tidak fanatik anti susu, tapi yang penting kita wajar didalam mengkonsumsinya. Pengamatan penulis ketika menanyakan kepada orang-orang tua yang melakukan medical chek up di RS Swasta Internasional, sebagian besar mengatakan susulah sebagai sumber kalsium terbaik padahal kalau ditilik dari tingkat aktivitas termasuk aktivitas yang ringan.

Perbanyaklah sumber kalsium dari alam seperti sayur dan buah-buahan. Sayur berdaun hijau gelap seringkali mengandung kalsium tinggi disamping manfaat lain seperti zat antioksidan, fitokimia, yang bermanfaat untuk membantu mengatasi penyakit degeneratif. Selain itu juga perlu aktivitas fisik yang cukup dan sesuai saat usia muda hingga usia tua agar tabungan massa tulang cukup

Tulisan ini sebagian dikutip dari babyreference.com, dan notmilk.com ,dan pengamatan pribadi untuk menjawab banyaknya pertanyaan seputar fakta susu ketika pengasuh memuat artikel ” MENGAPA HARUS MINUM SUSU, KALAU MINUM SUSU MEMICU KEHILANGAN KALSIUM

Referensi :

  1. Lee WT, et al. Relationship between long-term calcium intake and bone mineral content of children aged from birth to 5 years. Br J Nutr (Hong Kong) 1993;70(1):235-48.
  2. Lee WT, et al. A randomized double-blind controlled calcium supplementation trial, and bone and height acquisition in children. Br J Nutr (Hong Kong) 1995;74(1):125-39.
  3. Cheng JC, et al. Determinants of axial and peripheral bone mass in Chinese adolescents. Arch Dis Child (Hong Kong) 1998;78(6):524-30.
  4. Cheng JC, et al. Axial and peripheral bone mineral acquisition: a 3-year longitudinal study in Chinese adolescents. Eur J Pediatr (Hong Kong) 1999;158(6):506-12.
  5. Fehily AM, et al. Factors affecting bone density in young adults. Am J Clin Nutr (England) 1992;56(3):579-86.
  6. Cadogan J, et al. Milk intake and bone mineral acquisition in adolescent girls: randomised, controlled intervention trial. BMJ (England) 1997;315(7118):1255-60.
  7. Griffiths ID, Francis RM. Results in two groups are not so different. BMJ (England) 1998; 316(7146):1747-8.
  8. Johnston CC, et al. Calcium supplementation and increases in bone mineral density in children. N Engl J Med 1992;327(2):82-7.
  9. Breslau NA, et al. Relationship of animal protein-rich diet to kidney stone formation and calcium metabolism. J Clin Endocrinol Metab 1988; 66(1):140-6.
  10. Barzel US, Massey LK. Excess dietary protein can adversely affect bone. J Nutr 1998; 128(6):1051-3.
  11. Allen LH, et al. Protein-induced hypercalcuria: a long-term study. Am J Clin Nutr 1979;(4): 32741-9.
  12. Zemel MB. Calcium utilization: effect of varying level and source of dietary protein. Am J Clin Nutr 1988; suppl.48(3):880-3.
  13. Hegsted DM. Calcium and osteoporosis. Adv Nutr Res 1994;(9);119-28.
  14. Hegsted DM. Calcium and osteoporosis. J Nutr 1986;116(11);2316-9.
  15. Riggs BL, et al. Dietary calcium intake and rates of bone loss in women. J Clin Invest 1987;80(4):979-82.
  16. Tavani A, et al. Calcium, dairy products, and the risk of hip fracture in women in northern Italy. Epidemiology (Italy) 1995; 6(5);554-7.
  17. Feskanich D. et al. Milk, dietary calcium, and bone fractures in women: a 12-year prospective study. Am J Public Health 1997;87(6);992-7.
  18. Owusu W, et al. Calcium intake and the incidence of forearm and hip fractures among men. J Nutr 1997;127(9):1782-7.
  19. Bauer RL. Ethnic differences in hip fracture: a reduced incidence in Mexican Americans. Am J Epidemiol 1988;127(1):145-9.
  20. Abelow BJ, et al. Cross-cultural association between dietary animal protein and hip fracture: a hypothesis. Calcif Tissue Int 1992;50(1):14-8.
  21. Cooper C, et al. Hip fractures in the elderly: a world-wide projection. Osteoporosis Int 1992;2(6):285-9.
  22. Fujita T. Osteoporosis in Japan: factors contributing to the low incidence of hip fracture. Adv Nutr Res (Japan) 1994;989-99.
  23. MacLennan WJ. History of arthritis and bone rarefaction evidence from paleopathology onwards. Scott Med J (England) 1999;44(1):18-20.
  24. Cohen R. Who is behind the National Osteoporosis Foundation and what is their agenda? Dairy Education Board Archives, www.notmilk.com, May 23, 1999: 1-5.
  25. Optimal calcium intake. NIH Consens Statement 1994;(4):121-31.
  26. Kim KK, et al. Nutritional status of Chinese, Korean, and Japanese-American elderly. J Am Diet Asso. 1993;93(12):1416-22.
  27. van Beresteijn EC, et al. Relationship between the calcium-to-protein ratio in milk and the urinary calcium excretion in healthy adults - a controlled crossover study. Am J Clin Nutr (Netherlands) 1990;52(1):142-6.

Tuesday, August 19, 2008

Jahe Merah, Supaya Bugar dan Bergairah

Sebagai bahan obat tradisional, jahe merah banyak dipilih karena memberikan rasa pahit dan pedas lebih tinggi dibanding jenis jahe lain.
Khasiat umumnya adalah menambah nafsu makan dan menghangatkan badan. Karena pengaruh inilah orang cepat merasa bugar dan gairah seksnya segera memuncak alias makantar-kantar.

Selain ukurannya lebih kecil dibanding dua jenis jahe lain, yakni jahe emprit dan gajah, warna kulit jahe merah juga berbeda. Kulitnya berwarna merah muda, dagingnya sedikit cokelat, dan memiliki serat lebih kasar.

Tanaman ini lebih dikenal berkhasiat sebagai pencahar, antirematik, dan peluruh masuk angin. Rimpang jahe merah mengandung minyak asiri yang terdiri dari zingeberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberal, gingeral, dan shogool. Kandungan lainnya, yakni minyak damar, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat, dan gingerin.

Khasiat umumnya menghangatkan badan, penambah nafsu makan, peluruh keringat, serta mencegah dan mengobati masuk angin. Di samping itu, juga berguna untuk mengatasi radang tenggorokan (bronkitis), rematik, sakit pinggang, lemah syahwat, nyeri lambung, meningkatkan stamina, meredakan asma, mengobati pusing, nyeri otot, ejakulasi dini, dan melancarkan air susu ibu.

Bentuk Tanduk
Hingga saat ini memang belum ada penelitian tentang khasiat jahe merah untuk mengatasi asma. Namun, menurut DR. Suwijiyo Pramono, ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemungkinan rasa hangat karena kandungan minyak asiri itulah yang menyebabkan rasa lega bagi penderita asma.

“Pada dasarnya jahe merah tidak memiliki kandungan zat yang bersifat bronko splasmolitika (zat pelega saluran napas). Kemungkinan lain efek antihistamin pada jahe yang menyebabkan asma mereda,” tutur doktor fitokimia lulusan Universite Toulose Perancis itu.

Namun, bagi Anda penderita asma sekaligus maag, sebaiknya menghindari konsumsi jahe merah. “Karena gingerolnya bisa bikin lambung panas dan iritasi,” ujar dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Tanaman bernama Latin Zingiber officinale ini memang kaya manfaat. Dibuat sebagai minuman juga menyegarkan. Nama genus Zingiber yang berbentuk tanduk diberikan karena rimpangnya mirip cula yang tumbuh di kepala badak.

Kata Zingiber sendiri diadopsi dari bahasa Arab, Zanjabil. Kitab suci Alquran pada surat Al Insaan ayat 17 juga menyebut-nyebut soal jahe. Kurang lebih isinya: “Di dalam surga itu mereka diberi segelas minuman yang campurannya jahe.”

Produk olahan jahe merah kini telah dijual bebas di pasaran. Bentuknya berupa rajangan kering atau simplisia, jahe instan, serbuk jahe, sirop jahe, dan permen, sehingga memudahkan Anda untuk menikmatinya.

Beberapa Ramuan Jahe Merah

1. Untuk Atasi Rematik
Ramuan 1:
Siapkan jahe merah segar 20 gram, temulawak 20 gram, cabe jawa 20 gram, kumis kucing 30 gram, daun komfrey 30 gram, dan air untuk minum 4 gelas.

Semua bahan dicuci bersih, rajang atau diiris tipis, lalu direbus. Tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian saring. Minum 2 kali pada pagi dan sore hari, sekali minum 1 gelas. Agar rasanya lebih segar, tambahkan 2 sendok makan madu dan perasan jeruk nipis.

Ramuan 2:
Siapkan jahe merah segar 20 gram, daun dewa segar 30 gram, irisan kering mahkota dewa 20 gram, daun meniran segar 30 gram, daun sendok 30 gram, dan air untuk minum 4 gelas.
Semua bahan dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil-kecil, lalu direbus. Tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian saring. Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, sekali minum 1 gelas. Bila suka, tambahkan madu.

2. Untuk Atasi Keropos Tulang
Siapkan jahe merah segar 20 gram, kacang hijau 30 gram, biji cengkih 10 gram, kapulaga 10 gram, merica 15 gram, kayumanis 20 gram, dan air 4 gelas.

Bahan-bahan dicuci bersih dan dilumatkan atau dimemarkan. Rebus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian disaring. Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan. Sekali minum 1 gelas. Agar rasanya nikmat, bisa ditambahkan 2 sendok makan madu.

3. Untuk Atasi Asma
Siapkan jahe merah segar 20 gram, daun sambiloto 30 gram, daun randu 30 gram, daun lampes 20 gram, dan air untuk minum 4 gelas. Semua bahan setelah dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil. Rebus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, lalu saring.

Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan. Sekali minum 1 gelas. agar rasanya segar, bisa ditambahkan madu dan perasan jeruk nipis.

4. Untuk Atasi Stroke
Siapkan jahe merah 20 gram, mengkudu 40 gram, pule pandak 20 gram, daun dewa 30 gram, daun ciremai 20 gram, air untuk minum 4 gelas. Setelah semua dicuci, dirajang atau diiris. Rebus dengan air 4 gelas hingga air rebusan tersisa 1,5 (satu setengah) gelas, kemudian saring. Minum tiga kali pada pagi, siang, dan sore setelah makan. Sekali minum (setengah) gelas.

5. Menambah Gairah Seks
Siapkan jahe merah 15 gram, gingseng 30 gram, cabe jawa 20 gram, lada hitam 20 gram, air untuk minum 4 gelas. Semua bahan dicuci, direbus hingga air rebusan tersisa 2 gelas kemudian disaring. Minum 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum 1 gelas. Bisa tambahkan kuning telur 1 butir dan 2 sendok makan madu murni. Aduk hingga merata sebelum diminum.

Catatan: Agar lebih aman, tetaplah berkonsultasi dengan ahli tanaman obat atau ahli penyembuhan herbal.

Sumber: Senior