Showing posts with label Fibroadenoma (benjolan payudara). Show all posts
Showing posts with label Fibroadenoma (benjolan payudara). Show all posts

Monday, November 15, 2010

Yang Harus Diperhatikan Saat Memeriksa Payudara Sendiri


Jutaan perempuan di Indonesia positif terserang kanker payudara dan sebagian besar terlambat untuk menyadarinya. Sebelum terlambat menyadarinya, segeralah lakukan pemeriksaan dini dengan SADARI.

Seseorang yang tak memiliki faktor berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Hanya sedikit faktor berisiko yang dapat dilakukan untuk menghindari kanker payudara, seperti; hindari melakukan terapi penggantian hormon untuk jangka panjang, memiliki anak sebelum usia 30 tahun, menyusui, menghindari kelebihan berat badan dengan melakuakn olahraga dan diet yang tepat, serta membatasi konsumsi alkohol. Ada data yang menyebutkan bahwa vitamin A, C, dan E dapat melindungi dari kanker payudara, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal itu. Saat ini, yang paling penting untuk setiap perempuan adalah menurunkan risiko dengan melakukan skrining mamogram secara reguler, melakukan SADARI, dan periksa ke dokter secara rutin.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kelainan pada payudara. SADARI bisa Anda lakukan sendiri di rumah setiap bulan usai siklus haid. Buatlah patokan tanggal untuk melakukan tes SADARI pada tanggal-tanggal yang mudah Anda ingat, seperti bayar tagihan.

Apa yang harus dilihat disadari saat melakukan SADARI?
1. Teraba benjolan.
2. Penebalan kulit.
3. Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
4. Pengerutan kulit.
5. Keluar cairan dari puting susu padahal tidak sedang menyusui.
6. Ada rasa nyeri pada payudara tanpa adanya penyebab yang jelas.
7. Pembengkakan lengan atas.
8. Teraba benjolan di ketiak atau leher.

Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti tersebut di atas atau terasa ada perubahan dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, maka segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor risiko terjadinya kanker payudara:
1. Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun.
2. Mengalami mati haid (menopause) setelah umur 50 tahun.
3. Tidak menikah.
4. Tidak pernah melahirkan anak.
5. Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun.
6. Tidak pernah menyusui anak.
7. Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara.
8. Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker.

Sumber: Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta., Kompas,Rabu, 2 Juni 2010

Wednesday, September 17, 2008

Fibroadenoma : benjolan pada payudara

DEFINISI
Fibroadenoma adalah benjolan padat yang kecil dan jinak pada payudara yang teridiri dari jaringan kelenjar dan fibrosa.

Benjolan ini biasanya ditemukan pada wanita muda, seringkali ditemukan pada remaja putri.


PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA

Benjolan mudah digerakkan, batasnya jelas dan bisa dirasakan pada SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Teraba kenyal karena mengandung kolagen (serat protein yan gkuat yang ditemukan di dalam tulang rawan, urat daging dan kulit).

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
  2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
  3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, tekan bahu dan sikut ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar (membentuk lingkaran kecil) di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan cara mengangkat lengan kanan dan memeriksanya dengan tangan kiri. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
  5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu. Lakukan hal ini secara bergantian pada payudara kiri dan kanan.
  6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan.

Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan dengan meletakkan bantal di bawah bahu kanan dan mengangkat lengan kanan, dan penelusuran payudara dilakukan oleh jari-jari tangan kiri. Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin.


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaa fisik. Benjolan cenderung berbentuk bundar dan memiliki pinggiran yang dapat dibedakan dengan jaringan payudara di sekitarnya, sehingga seringkali teraba seperti ada kelereng di dalam jaringan payudara.
Untuk membantu menegakkan diagnosa biasanya dilakukan aspirasi jarum atau biopsi.

PENGOBATAN

Fibroadenoma seringkali berhenti tumbuh atau bahkan mengecil dengan sendirinya. Pada kasus seperti ini, tumor biasanya tidak diangkat.
Jika fibroadenoma terus membesar, maka harus dibuang melalui pembedahan.