- Terapi oksigen untuk mengatasi pengentalan dan pen...
- FAKTA TENTANG OKSIGEN
- HYPOXIA (KURANG OKSIGEN) MEMBAWA MASALAH
- KANKER TERJADI HANYA KARENA SATU SEBAB
- Oksigen KURANG,PENYAKIT Datang
- POLUTAN MENGGANGGU OKSIGEN
- Ruangan Indah,Udara pun Bersih
- SEHAT DAN ENERGIK BERKAT OKSIGEN
- TUMBUHAN PENYUMBANG OKSIGEN
- Terapi Oksigen Remajakan Kulit Anda
Tuesday, August 25, 2009
Daftar Artikel Oksigen
Monday, June 29, 2009
Terapi Oksigen Remajakan Kulit Anda
KULIT membutuhkan oksigen untuk tetap sehat karena oksigen membantu produksi kolagen, elastin dan produk l ain yang dibutuhkan untuk mendapatkan kulit yang sehat. Semakin bertambah usia manusia, sirkulasi pembuluh kapiler memburuk sehingga pasokan oksigen dan gizi untuk mencapai sel kulit berkurang. Ini menyebabkan dehidrasi kulit. Salah satu terapi pemerajaan yang baik untuk dipertimbangkan adalah terapi oksigen.Pada usia 30 tahun, kadar oksigen mengalami penurunan hingga 25%. Pada usia 40, kadar oksigen berkurang hingga 50% dan tingginya polusi dapat menyababkan kehilangan oksigen lebih tinggi lagi. Normalnya, kulit akan memperbarui dengan sendirinya setiap 28 hari, namun jika oksigen dan gizi tidak ada di dalam tubuh, proses reproduksi sel akan melemah atau sel kulit baru menjadi tidak sehat. Akibatnya terjadi penuaan dini, bergaris, keriput, kendor, pigmentasi dan tekstur. Proses penuaan juga mengakibatkan munculnya berbagai penyakit dan kegagalan organ.
Dengan pengobatan a nti penuaan, manusia dapat terlihat dan merasa lebih muda, meskipun secara usia terus berta mbah. Pengobatan anti penuaan dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit yang berkaitan dengan penuaan. (sumber : Kompas, with edited)
Terapi oksigen kini beragam macamnya mulai dari hiperbarik hingga ozon. Namun kini mulai tersedia terapi oksigen botolan yang diyakini lebih praktis dan efesien dibanding terapi oksigen yang ada sebelumnya. Lebih lanjut tentang terapi oksigen ini bisa di baca disini.
Monday, February 16, 2009
Oksigen KURANG,PENYAKIT Datang
“ Hasil tes di Brisbane, menunjukan bahwa 70 persen orang di kerumunan menderita kekurangan oksigen “Jika Anda mudah sakit dan merasa letih terus menerus, mungkin Anda menduga makanan yang kurang vitamin dan mineral, gaya hidup tidak sehat, atau stres akibat pekerjaan sebagai penyebabnya. Anda mungkin tidak pernah berpikir kekurangan oksigen juga bisa menjadi penyebab utama.
Oksigen punya peranan vital bagi tubuh manusia. Untuk mendapatkan energi, selain gula atau glukosa, tubuh kita membutuhkan oksigen sebagai bahan bakar. Reaksi kimia antara gula dan oksigen akan menghasilkan Adenosine Tri Phosphate (ATP) yang disebut sebagai “ energi murni sel “. Kekurangan oksigen akan menurunkan cadangan energi tubuh. Anda akan merasa mudah capek. Selain itu, kekurangan ATP akan mengganggu sinyal elektis dari otak ke otot sehingga membuat otot lelah.
Keberadaan glukosa yang tidak diimbangi oksigen yang cukup akan menciptakan kondisi anaerobic yang memperlemah sel dan membahayakan system kekebalan tubuh. Tak ayal, Anda pun gampang sakit. Kondisi anaerobic ini pula yang berpotensi meminculkan sel-sel tak normal, yang bias berkembang menjadi kanker.
Pola makan yang buruk semakin memperparah kondisi kekurangan tubuh. Oksigen dipakai untuk menyeimbangkan keasaman tubuh (ph). Jika Anda doyan makanan yang mengandung asam, misalnya minuman kola atau gula putih, oksigen akan banyak terpakai sehingga persediaannya tak cukup untuk memproduksi ATP.
Mungkin Anda merasa tidak pernah kekurangan oksigen. Setiap saat kita menghirup oksigen. Zat ini berkaitan dengan hamper semua elemen yang ada di alam . Air mengandung oksigen, sementara dua per tiga tubuh kita mengandung air. Begitu juga zat-zat dalam makanan. Jadi, bagaimana mungkin kita bias kekurangan oksigen ?
Kondisi Udara Jakarta
Banyak orang tidak sadar tubuhnya kekurangan oksigen. Fakta ini terungkap dalam sebuah tes di Brisbane, Australia, dengan menggunakan oksigen meter pada sekerumunan orang. Hasil tes menunjukan bahwa 70 persen orang di kerumunantersebut menderita kekurangan oksigen daslam berbagai tingkatan.
Solusinya ? Anda harus meningkatkan pasokan oksigen ke dalam tubuh selain rajin berolahraga dan menetapkan pola makan sehat. Sekadar informasi, dikota besar seperti Jakarta setiap saat sistem kekebalan tubuh Anda diserang terus menerus olaeh sekitar 70.000 jenis zat kimia dari lingkungan. (majalah human)
info seputar produk terkait oksigen, klik disini
SEHAT DAN ENERGIK BERKAT OKSIGEN
“ Jika otak tidak mendapatkan oksigen dalam jangka waktu 4 menit akan terjadi kerusakan yang irreversible atau tidak bisa dipulihkan “Peran oksigen sangat vital bagi manusia. Elemen ini pemberi kehidupan bagi sel-sel tubuh sekaligus menjadi pembunuh bakteri anaerob yang berbahaya. Oksigen juga berfungsi sebagai pembersih tubuh dari polutan dan zat kimia.
Karena fungsinya yang begitu penting, kekurangan oksigen akan berdampak serius bagi kesehatan. Organ-organ tubuh tidak akan dapat melakukan fungsinya dengan baik. Otak misalnya, membutuhkan oksigen terus menerus. Jika otak tidak mendapatkan oksigen dalam jangka waktu 4 menit akan terjadi kerusakan yang irreversible atau tidak bisa dipulihkan. Demikianlah dijelaskan oleh Dr. Hario Tilarso, Sp. KO, pakar olahraga dan salah satu ketua dari Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISSI).
Hemaglobin Pengikat Oksigen
Manusia merupakan mahluk aerobic, artinya manusia membutuhkan oksigen dari udara untuk menghasilkan energi dalam tubuhnya. Oksigen ditangkap oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Untuk itu, darah dalam tubuh juga harus cukup untuk menyeimbangkan pemenuhan oksigen. Bila tubuh kekurangan darah, berarti tubuhpun kekurangan oksigen.
Dalam darah terdapat protein hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Hemoglobin merupakan protein darah yang berfungsi sebagai truk pengangkut dimana oksigen adalah muatannya. “ Jadi kalau hemoglobinnya cukup, truk pengakut cukup, dalam melakukan pekerjaan mungkin kita tidak ada masalah daengan fisik. Tetapi kalau hemoglobinnya kurang (anemia), mungkin saat berlari sebentar sudah pingsan,” ujar Dr. Hario.
Mengapa orang-orang yang tinggal didaerah yang tinggi jauh diatas permukaan laut bisa hidup sehat ? Padahal semakin tinggi suatu tempat maka oksigennyaakan semakin “tipis”. Oksigen akan lebih banyak terdapat di ketinggian yang dekat dengan atas permukaan laut. Sebuah penelitian mengungkapkan, orang-orang yang hidup di daerah yang tinggi mempunyai hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang tinggal didaerah rendah.
Kerjasama Jantung dan Paru-paru
Proses pernafasan sangat penting untuk melangsungkan hidup manusia. Oksigen masuk kedalam tubuh berawal dari pernafasan. Proses ini yang memungkinkan tubuh menyerap oksigen dan mengeluarkan Karbon dioksida.
Paru-paru mirip spons yang terdiri dari jutaan gelembung kecil yang disebut alveoli (kantung udara). Dinding gelembung yang tipis ini terdiri dari pembuluh-pembuluh darah. Disinilah terjadi pertukaran karbon dioksida dan oksigen. Alveoli membuat darah bersinggungan dengan udara yang kita isap sehingga oksigen bisa masuk kealiran darah dan karbon dioksida bisa keluar untuk dibuang pada saat kita melepas napas.
Agar oksigen sampai ke jaringan tubuh, jantung memompa darah yang mengangkut oksigen dan kemudian oksigen dialirkan melalui sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh darah ). Menurut Prof. DR. Dr. Nukman Moeloek, Sp. And, Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran FKUI, jantung mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida. Jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan diseluruh tubuh.
Darah kotor yang telah kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida akan mengalir menuju jantung melalui 2 vena terbesar (vena cava) menuju kedalam atrium (serambi) kana,. Kemudian atrium kanan yang telah terisi darah akan mendorong darah ke dalam ventrikel (bilik) kanan. Dari sana, darah dipompa ke paru-paru melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis.
Didalam paru-paru, darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) untuk menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri, kemudian didorong kedalam ventrikael kiri. Selanjutnya darah yang kaya akan oksigen ini dipompakan melalui aorta, arteri terbesar dalam tubuh.
Bahan Bakar Tubuh
Gambaran kebutuhan tubuh terhadap oksigen tampak jelas saat berolahraga. Usai berolahraga, Anda pasti merasa capek, otot-otot lemas, denyut nadi juga lebih cepat, tekanan darah naik, dan pernafasan terengah-engah. Mengapa demikian ? Menurut Dr. Hario , itu adalah reaksi badan supaya aliran darah dan oksigen tetap terpenuhi. “ Kalau Anda sedang berolahraga dan oksigennya kurang, berarti otot kita tidak bisa bekerja dengan maksimal, akhirnya orang itu lemas dan kalau pada saat itu juga oksigen tidak mencapai ke otak akhirnya orang bisa pingsan,” ujarnya.
Oksigen masuk ke dalam sel-sel tubuh sehingga terjadi proses pembakaran terhadap sari makanan yang kita cerna. Hasilnya berupa adenosin trifosfat (ATP). Jika tubuh membutuhkan energi, sebuah fosfat akan dilepaskan sehingga menjadi adenosine difosfat (ADP), begitu seterusnya.
Ada beberapa sistem energi yang memerlukan oksigen, ada pula sistem energi yang tidak memerlukan oksigen. Sumber tenaga bagi aktivitas jangka pendek, yang tidak membutuhkan oksigen, diambil dari ATP yang ada. Jika tubuh membutuhkan energi lagi, maka cadangan karbohidrat dalam otot dan hati yang disebut glikogen akan diuraikan kembali menjadi glukosa dan diubah menjadi ATP sehingga bisa menghasilkan tenaga. Tubuh akan letih jika glikogen berkurang.
Aktivitas yang berlangsung lama jelas memerlukan oksigen yang banyak, misalnya lari maraton, balap sepeda jarak jauh, atau sepak bola. Untuk kebutuhan energinya, oksigen akan digunakan untuk menguraikan asam lemak rantai panjang, protein dan glukosa untuk menghasilkan tenaga. Sistem ini disebut sistem tenaga oksidatif .
Tentu saja, kerja oksigen menghasilkan energi ini mendapatkan bantuan paru-paru dan jantung.
Seorang pelari bisa berlari selama 2 atau 3 jam terus-menerus, menunjukkan paru-paru dan jantungnya kuat sekali, bisa mengambil oksigen dan mengaedarkannya keaseluruh tubuh secara terus-menerus.
Itulah sebabnya agar selalu sehat dan energik, kita harus melatih kemampuan aerobic dengan berolahraga, bukan hanya mengonsumsi makanan yang bergizi dan menghindari stress.
BEBERAPA PERAN OKSIGEN DALAM JARINGAN TUBUH MANUSIA
• Berpengaruh besar dalam pengaturan tekanan darah.
• Membantu proses detoksifikasi di liver.
• Membantu metabolisme.
• Menyimbangi keasaman dalam perut.
• Mengoptimalkan terapi pada penyakit sirkulasi darah.
• Memperbaiki mikro sirkulasi di dalam pembuluh darah kapiler.
• Berfungsi juga sebagai antivirus, antibakteri, dan antijamur.
• Memperbaiki kondisi hipoksia seperti asma, alergi, dan sebagainya.
• Mempercepat penyembuhan luka.
• Merangsang sistem kekebalan tubuh.
Memperkuat Seksualitas
Hal yang menarik, jika kebutuhan oksigen tercukupi, maka kemampuan seksual Anda juga meningkat. Menurut Prof. Nukman Moeloek, selain memberi makan sel-sel tubuh atau organ-organ tubuh, oksigen juga menyebabkan relaksasi pada pembuluh-pembuluh darah sehingga pembuluh darah melebar dan akhirnya darah bisa mengalir dengan lancer. Dengan begitu tubuh kita pun lebih bugar dan terhindar dari gangguan ereksi yang biasanya disebabkan aliran darah ke penis tidak lancar.
Kecukupan oksigen akan membuat aliran darah ke otak pun lebih lancar sehingga gairah seks atau libido juga akan lebih baik. Maklum, kemampuan seksualitas bukan hanya ditentukan kemampuan “ organ bawah” tapi juga organ luhur. (majalah human)
info produk terkait oksigen, klik disini
FAKTA TENTANG OKSIGEN

.Ruangan tertutup seluas 3 meter persegi hanya menyuplai oksigen untuk orang dewasa selama 5 jam.
•Sekitar 70% massa tubuh manusia adalah air, termasuk cairan tubuh seperti darah, air liur, urin, dan sel seperti tulang, otot, dan daging.
Seseorang dengan berat 40 kg, mengandung sekitar 28 liter air.
•Manusia normal dalam kondisi dan lingkungan normal membutuhkan saekitar 300cc oksigen saehari (24 jam) atau saekitar 0.5 cc setiap menit.
•Lahan seluas 1.600 meter persegi, dengan 16 pohon berdiameter 10 cm mampu menyuplai oksigen sebesar 14.000 liter/ orang. Setiap, 1 ha daun-daun hijau dapat menyerap karbon dioksida dari 200 orang dalam waktu yang sama.
•Ruangan tertutup seluas 3 meter persegi hanya menyuplai oksigen untuk orang dewasa selama 5 jam.
•Dalam ikatan molekul air (H2O), atom hydrogen dan atom oksigen berjarak 0.18 nanometer ( satu nano + sepermiliar ).
•Mengapa minum es terasa lebih segar ? Karena air es memiliki kandungan oksigen tinggi. Semakin tinggi suhu, kelarutan oksigen dalam air semakin rendah. Pada suhu 0 C, kelarutan oksigen dalam 100 gram air adalah 6.945 mg (69,45 ppm). Pada suhu 100 C, tidak ada lagi oksigen yang terlarut dalam air.
•Hemoglobin akan mengikat oksigen pada derajat keasaman (pH) 7,4. Bila pH darah turun maka hemoglobin mulai melepaskan oksigen untuk menetralisasi.
•Kadar oksigen di udara sebetulnya tidak berubah menurut ketinggian. Yang berubah adalah ketebalan atau kepadatan oksigen. Meski sangat ringan, oksigen tetap mempunyai berat sehingga lapisan oksigen di bawah akan mendapatkan tekanan dari bagian atas. Dengan begitu, kerapatan oksigen di daerah permukaan laut laut lebih tinggi dibandingkan di atas pegunungan. Di ketinggian 6.000 meter dari atas permukaan laut, tekanan udaranya hanya setengah dari permukaan laut. Jadi, walau kadar oksigen di udara tetap sama, jumlah molekul yang bisa dihirup pada satu kali tarikan napas berkurang setengahnya.
sumber : majalah human
info produk terkait oksigen, klik disini
Ruangan Indah,Udara pun Bersih
Setiap hari, kita bekerja di ruangan ber-AC minimal 8 jam sehari. Lalu, pulang dengan mobil yang juga ber-AC dan beristirahat di rumah juga daengan udara dari AC. Anda merasa nyaman karena terhindar dari udara luar yang panas dan kotor.Ruangan ber-AC memang memberikan kenyamanan namun ANda tetap harus waspada. Jika AC tidak sering dibersihkan, udara kotor yang berisi daebu dan kuman akan terus berada di ruangan. Kondisi ini akan memunculkan sick building syndrome. Gejalanya berupa bersin-bersin begitu memasuki ruangan ber- AC. Bersin tersebut hilang ketika Anda keluar dari ruangan. Sering berada dalam ruangan ber-AC yang kurang bersih juga bisa mengakibatkan otot kaku, badan meriang, dan flu, bahkan diare.
Saat ini ada AC yang mengklaim bisa maembersihkan udara dalam ruangan. Alternativ lain adalah memelihara tanaman hias pembersih udara dalam ruangan. Selain membersihkan udara secara alami, tanaman ini juga enak dipandang dan menjadi ruangan Anda lebih asri dan indah.
Seorang pensiunan peneliti NASA, Dr. B.C. Wolverton melakukan penelitian pada tahun 1990, dengan cara mengujicoba 50 jaenis tanaman indoor yang diberi polutan formalin, bensen dan trikloroetilen. Hasilnya, 40 sampai 80 persen bahan polutan itu diresap tanaman dan polutan itu dikirim ke akar di dalam tanah. Lalu, mikroba di tanah akan diubah bahan tersebut menjadi senyawa lain yang tidak mengganggu.
Berikut ini beberapa jenis tanaman hias yang enak dipandang dan membantu Anda mendapatkan oksigen dari udara yang lebih bersih.
• Paku Sepat (Nephrolepis cordifolia)
• Karet Kebo (Ficus elastica)
• Palem Bambu (Mascarena sp.)
• Daun Ivi (Hedera helix)
• Gerbera/Hebras (Gerbera jamesonii)
• Lidah Mertua atau Pedang-pedangan ( Sansevieria trifasciata)
• Krisan (Chrysanthemum morifolium)
• Sirih Belanda (Scindapsus aureus)
• Srirejeki (Chinese evergreen)
Tanaman-tanaman diatas efaektif dalam menyaring polutan dan tentu saja penghasil oksigen yang ketersediaannya pasti kurang pada gedung-gedung tinggi akibat minimnya ventilasi.
Anda sebaiknya memiliki dua atau tuga tanaman indoor. Soalnya tanaman pembersih ini harus ditaruh di luar seminggu sekali agar tetap fresh, mendapatkan sinar matahari dan berfotosintesis.
info terkait produk oksigen, klik disini
TUMBUHAN PENYUMBANG OKSIGEN
Proses ini memamfaatkan sinar matahari untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen”
Tanpa tumbuhan manusia tidak akan hidup di bumi. Oksigen yang kita hirup merupakan hasil fotosintesis tumbuhan hijau. Proses ini memamfaatkan sinar matahari untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.
Manusia sebaliknya. Proses pernafasan kita membantu oksidasi glukosa dari karbohidrat sehingga menghasilkan karbondioksida dan air.
Proses Fotosintesis
Proses fotosintesis ini terjadi melalui dekomposisi air dan karbondioksida. Karena menghasilkan oksigen dengan merombak karbon dioksida. Fotosintesis menjadi proses biologis yang terpenting di bumi. Peristiwa inilah yang menyebabkan planet bumi ini menjadi layak dihuni.
Fotosintesis dan makanan
Semua kebutuhan energi kita ternyata dicukupi oleh tumbuh-tumbuhan hijau. Baik secara langsung atau melalui hewan pemakan tumbuhan. Sedangkan tumbuhan hijau memperoleh energi untuk menghasilkan makanan melalui proses fotosentesis.
Walau makanan mendapatkan materi yang dibutuhkan untuk mengolah makanan dari tanah serta air dan karbon dioksida dari udara. Tapi energi yang dibutuhkan untuk mengolahnya didapatkan dari sinar matahari.
Sinar matahari adalah energi murni. Sayangnya sinar matahari adalah suatu bentuk energi yang tidak bias dimamfaatkan. Energi sinar matahari ini tidak bias dimakan ataupun disimpan. Agar energi ini bias dimamfatkan maka bentuknya harus diubah. Disinilah fotosintesis berperan.
Fotosintesis mengubah energi murni sinar matahari menjadi energi yang dimamfatkan oleh makhluk hidup lainnya. Ditumbuhan, energi sinar matahari ini dirubah dengan mengubah karbon dioksida menjadi gula, zat tepung, atau karbohidrat lainnya.
Karbohidrat inilah yang dimamfaatkan oleh makhluk hiduplain termasuk tumbuhan itu sendiri sebagai bahan baker. Jadi tanpa fotosintesis maka produksi makanan di dunia ini akan terhenti.
(MAJALAH HUMAN)
INFO PRODUK TERKAIT , KLIK DISINI
POLUTAN MENGGANGGU OKSIGEN
Anda pasti sedang bernafas sekarang. Apa yang anda hirup? Jelas bukan hanya oksigen. Kadar oksigen diudara hanya sekitar 20 % sekarang ini sudah semakin menurun ( tinggal 12% ). Sisanya ada banyak zat lain termasuk polutan.Menurut Dr. Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K), MARS, DTM&H dari RS Persahabatan, zat-zat polutan yang mengandung sulfur oksida (NO2), nitrogen oksida (Nox) dan Ozon (O3) tinggi ini terdapat diseluruh kota besar didunia. Kita terpaksa menghirupnya karena pada saat tubuh menghirup udara, tubuh tidak bisa memisahkan antara oksigen dengan zat polutan lainnya. “Kita enter semua zat-zat, itu yang menjadi masalah didalam tubuh.” Ujar Tjandra Yoga.
Terikat Polutan
Keberadaan polutan bersama dengan oksigen di udara bisa membuat suplai oksigen kedalam tubuh berkurang. Pertama, seperti yang kita ketahui, oksigen termasuk zat yang sangat mudah berikatan denga zat lain. Bila kita menghirup polutan karbon monoksida (CO), maka hemoglobin (Hb) didalam darah yang seyogyanya berikatan dengan oksigen untuk dialirkan ke sel-sel seluruh tubuh, embawa CO keseluruh tubuh. Akhirnya, oksigen tidak dapat berikatan dengan Hb untuk dapat masuk kedalam tubuh. “umpamakan Hb kendaraan, maka kendaraan itu sudah dipakai oleh CO sehingga oksigen tidak bisa dibawa. Itu yang menyebabkan akhirnya oksigen ditubuh menurun.” Jelas Tjandra Yoga.
Kedua, kata Tjandra Yoga, penyebab oksigen kurang masuk kedalam tubuh lantarn banyak polutan, partikulat dan zat-zat lainnya akan menyebabkan paru-paru tidak berfungsi dengan baik atau rusak. Dampaknya, tubuh tidah mampu menyerap oksigen dengan baik. Oksigen yang masuk kedalam tubuh menjadi berkurang.
Penelitian lain juga menyebutkan, berkurangnya oksigen yang masuk kedalam tubuh diakibatkan gangguan pernafasan dan peredaran darah.
“ pada intinya, zat polutan dan partikulat tersebut menimbulkan kerusakan di paru & peredaran darah sehingga kemampuan menyerap oksigen dan mengedarkan oksigen menjadi terganggu hingga ke sel-sel,” ujarnya.
Lahan bagi Agen Penyakit
Menurut referensi lain, ketika oksigen berkurang dan tidak cukup sampai kesel-sel. Maka gas lain akan terbentuk yaitu karbon monoksida (CO) dan terjadi pembentukan asam laktat. Adanya CO didalam darah menyebabkan hb tidak mampu membawa oksigen segar dan suhu tubuh menjadi lebih rendah. Asam laktat berlebihan dalam tubuh akan menyebabkan saluran urat-urat saraf tersumbat dan akhirnya terjadi pengerasan seperti pengapuran dan terjadi kerusakan organ tubuh.
Jika tubuh tidak menerima cukup oksigen, racun-racun akan berkembang dan darah membawa endapan “Lumpur” dan racun-racun yang dibuat dari lemak tubuh. Kondisi ini memicu timbulnya penyakit. Dan perlu diketahui lebih dari 90% sumber penyakit yang berasal dari bakteri dan virus dapat berkembang biak pada keadaan anaerobic ( ketiadaan oksigen).
Kebutuhan Sel
Sebesar 90% tubuh dibuat oleh oksigen. Tentunya, oksigen sangat diperlukan untuk sel-sel tubuh. Oksigen bersifat aktif, bebas sangat diperlukan untuk proses oksidasi, untuk menghasilkan energi. Tubuh yang memiliki sekitar 10 triliun sel memerlukan suplai oksigen yang cukup melalui darah.
Tjandra menegaskan , bila oksigen yang masuk kedalam tubuh rendah maka dapat terjadi kerusakan sel. Kerusakannya diawali dari dampak polutan-polutan tersebut secara langsung terhadap tubuh. Polutan pb (timah hitam), misalnya, dapat menimbulkan gangguan saraf dan gangguan otak.
Gangguan Penyerapan Oksigen
Bagi mereka yang menderita asma, mengkonsumsi makanan tertentu dapat memicu kambuhnya asma dan mengganggu pernafasan. “ inilah yang menyebabkan pasokan oksigen kedalam tubuh berkurang,” ujar Tjandra.
Tjandra pesimistis udara bias dibersihkan dari polutan. Karena itu yang terpenting adalah menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh berfungsi baik menangkal gangguan.(majalah human)
info produk terkait, klik disini
