Monday, January 10, 2011

Anggur Merah Bikin Awet Muda


MANFAAT anggur merah bagi kesehatan mungkin bukanlah hal yang baru. Bahan-bahan alami yang ditemukan dalam minuman ini diyakini berkhasiat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah bila dikonsumsi secara teratur dan bijaksana. 


Bukti lain akan manfaat anggur merah diungkapkan para ahli dari  University of Wisconsin yang mempublikasikan risetnya dalam jurnal PLoS ONE belum lama ini.  Mereka mengindikasikan, sejenis kandungan dalam anggur merah bernama resveratrol menunjukkan potensi besar bagi perlindungan organ jantung terhadap proses penuaan.  

Kesimpulan tersebut diambil para ahli setelah melakukan riset laboratorium dengan menggunakan tikus sebagai obyek percobaan. Tikus yang diberi resveratrol menunjukan perubahan aktivitas gen dalam tubuh yang berkaitan dengan proses penuaan.  Perubahan ini sangat mirip dengan tikus yang dikondisikan mengalami pembatasan asupan kalori yang juga mampu memperlambat proses penuaan dengan memangkas asupan energi dari diet sehari-hari.

"Hal yang paling penting adalah betapa resveratrol  mampu memblok atau menghindari penurunan  fungsi jantung yang disebabkan proses penuaan.,"  ujar Tomas Prolla, seorang Profesor dari Universitas Wisconsin  yang menbantu penelitian ini.

Resveratrol yang banyak ditemukan dalam anggur telah menarik perhatian serta minat banyak ilmuwan  serta perusahaan seperti GlaxoSmithKline

Beberapa riset juga telah menunjukkan bahwa dosis tinggi resveratrol dapat memperpanjang harapan hidup lalat buah dan cacing serta mencegah kematian dini pada tikus yang menjalani diet tinggi lemak.

"Resveratrol dalam dosis rendah  dapat memperlambat sejumlah  aspek dari proses penuaan,  termasuk pada organ jantung. Ini juga ditunjukkan dengan kemampuan resveratrol menirukan pengaruh pembatasan kalori, yang dikenal mampu memperlambat penuaan pada beberapa jaringan sel dan memperpanjang harapan hidup ," ungkap Prolla, salah satu anggota tim peneliti.

Sumber : Reuters , Kompas, Rabu, 4 Juni 2008

Nikmatnya Berendam Dalam Anggur Merah


ADA kebiasaan menarik untuk merayakan acara yang dinamai French Beaujolais Nouveau di Jepang. Sebuah spa resort Hakone Yunessun yang terletak di barat daya Tokyo, memberi kesempatan bagi para tamunya untuk merayakan kegembiraan dengan mandi bersama di sebuah kolam yang penuh dengan anggur merah sambil mencicipi segarnya anggur merah.

Beaujolais Nouveau, merupakan anggur merah segar, dari Perancis dan sangat istimewa karena dinikmati setiap tahun pada Kamis ketiga dalam bulan November di seluruh dunia. Beaujolais Nouveau (dieja bow-joe-lay noo-vo), nouveau artinya baru dan Beaujolais adalah anggur yang diproduksi di Burgundy Perancis.

Rasa anggur ini segar dan enak diminum. Ini karena tidak seperti anggur lain, anggur-anggur Beaujolais Nouveau bukanlah anggur yang dipetik kemudian difermentasi bertahun-tahun dan dikemas (botol) serta dikirimkan lewat kapal ke seluruh dunia, melainkan diproses dengan cepat.

Hasil dari proses pengemasan dalam botol yang berlangsung cepat ini adalah anggur merah segar yang dapat dirasakan setiap orang. Karena itu, Beaujolais Nouveau cocok dipadu dengan daging panggang matang, beragam pasta, salad dan keju. Sangat nikmat bila dirasai dengan daging terutama ayam kalkun. Biasanya digunakan di acara tradisional Thanksgiving dan tersaji dalam keadaan dingin,  55°F.

Berendam dalam anggur yang ditaburi kelopak bunga mawar selama 20 menit diyakini dapat memperhalus kulit. Kandungan polifenolnya yang berfungsi sebagai antioksidan baik untuk meningkatkan elastisitas kulit sekaligus mencerahkan kulit. Anggur merah tidak mengandung kadar gula, karena itu tidak akan lengket di kulit saat kita berendam di dalamnya.

Berendam Dalam Anggur Merah
1. Mulai dengan terapi kaki. Rendam kaki dengan foot soak dan yoghurt. Lalu scrub kaki untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Akhiri dengan masker untuk memberi gizi pada kulit. Kaki akan terasa segar dan lembut.

2. Pijat terapi aroma. Lakukan selama 1 jam penuh untuk melemaskan otot-otot dan merilekskan pikiran.

3. Baluri tubuh dengan campuran minyak lavender, geranium, teh, mawar yang mengandung antiseptik alami dicampur dengan gula untuk ‘adonan’ scrub dari bahan-bahan alami selama 30 menit. Tambahkan buah anggur segar, agar kulit lebih sehat dan berkilau.

4. Terakhir, berendamlah dalam air hangat yang dicampur dengan sebotol anggur merah, susu segar, ditaburi kelopak bunga mawar. Sebagai penutup, nikmati segelas anggur merah yang nikmat dan segar.

(Kompas,Jumat, 21 November 2008)

Segelas Anggur Sehari, Kuatkan Tulang Anda



SEGELAS anggur yang biasanya menemani Anda di saat-saat makan malam bila menggunakan cara makan ala Eropa, ternyata tak hanya mampu membuat Anda menjadi rileks dan melindungi jantung, melainkan juga mampu membuat tulang Anda menjadi kuat.

Para peneliti di Rumah Sakit St. Thomas di London menyelidiki 46 pasang kembar identik, semua wanita selama periode 12 bulan. Pasangan kembar ini, seorang diminta mengonsumsi segelas anggur setiap hari sementara kembaran yang satunya tidak.

Hasilnya cukup mengejutkan. Para wanita yang mengonsumsi alkohol secara teratur dan terukur kepadatan tulang di paha dan tulang belakang justru meningkat. Para peneliti menduga bahwa alkohol dalam segelas anggur atau segelas kecil bir dapat memicu pertumbuhan arsitektur mikro tulang, barangkali dengan meningkatkan kadar estrogen yag menyebabkan tulang menjadi kuat.

Namun demikian, alkohol yang cukup inilah yang menjadi kuncinya. Lebih dari dua gelas setiap hari justru akan mempengaruhi estrogen dan pada akhirnya memicu munculnya osteoporosis (keropos tulang).

Sumber : Alternative Medicine , Kompas, Selasa, 22 April 2008

Anggur Merah Bunuh Sel Kanker


PARA peneliti dari Rochester Inggris untuk pertamakalinya membuktikan bahwa sejenis antioksidan alami yang ditemukan dalam kulit buah anggur dan minuman anggur merah dapat membantu menghancurkan sel-sel kanker.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Advances in Experimental Medicine and Biology edisi Maret diungkap bahwa antioksidan ini mampu membunuh sel-sel kanker pankreas dengan cara menembus sumber energi utama sel yang disebut mitokondria dan melemahkan fungsinya

Riset juga mengungkapkan bahwa ketika sel-sel kanker pankreas ini ¨diserang¨ lewat metode pemberian antioksidan, resveratol dan radiasi, kombinasi tersebut menghasilkan sel-sel mati yang disebut apoptosis.  Adanya sel-sel kanker mati ini menurut peneliti mengindikasikan tercapainya tujuan terapi kanker.

¨Riset ini berimplikasi banyak terhadap pasien.  Tantangannya kini adalah menemukan konsentrasai yang tepat dan bagaimana antioksidan ini bekerja di dalam sel-sel.  Kami telah menemukan  sebuah bagian penting dari persamaannya  ,¨ ungkap Paul Okunieff, M.D., direktur  Radiasi Onkologi dari Pusat Kanker James P. Wilmot di Universitas Rochester Medical Center.

Walaupun konsumsi anggur merah selama kemoterapi atau pengobatan radiasi belum diteliti lebih jauh, dua jenis upaya pengobatan ini tidak menimbulkan kontraindikasi.  Dengan kata lain, jika seorang pasien telah terlanjur minum anggur merah dalam dosis sedang, kebanyakan dokter tidak akan menyarankan untuk menghentikannya selama pengobatan.

¨Resveratrol tampaknya memiliki manfaat terapeutik dengan membuat sel-sel tumor menjadi lebih sensitif terhadap radiasi dan membuat jaringan yang normal lebih sensitif,¨ tegas Okunieff.

Atas saran dari seorang ilmuwan muda dalam labnya, Okunieff mengawali penelitian dengan menguji resveratrol sebagai perangsag tumor supaya menjadi lebih sensitif.  Ia  kemudian menemukan kaitannya dengan mitokondria yang secara kontinyu memberikan suplai energi kepada sel-sel.  Secara teoritis, dengan menghetikan aliran energi yang mengalir  akan menghentikan petumbuhan kanker.

Beberapa dokter ahli pernah mengungkapkan kekhawatiran bahwa antioksidan justru akan memberi efek perlindungan terhadap sel kanker tau sel-sel  tumor.  Tetapi riset ini mengindikasikan bahwa resveratrol tidak hanyak akan membuat sel-sel tumor ganas cenderung mati, tetapi juga melindungi sel-sel normal dari kerusakan, pungkas Okunieff.

Sumber :sciencedaily , Kompas, Kamis, 27 Maret 2008

Bawang Bombay Pencegah Kanker


Bawang bombay telah dikenal luas sebagai penyedap masakan. Akan tetapi kegunaannya ternyata bukan hanya sekadar bumbu penyedap. Banyak di antara kita belum tahu kemampuan bawang bombay sesungguhnya.

Dikenal sebagai anggota keluarga Allium, baik bawang maupun bawang bombay mengandung komponen sulfur dan kaya akan kromium, sebuah mineral yang membantu sel tubuh untuk merespon insulin dengan baik, vitamin c (ya, ada vitamin c dalam bawang bombay!) dan juga flavonoid yang disebut quercitin.

Selain efek penurunan gula darah akibat mengkonsumsi bawang bombay, ternyata bawang bombay juga baik untuk menurunkan level total kolesterol dan meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh sehingga tidak mengherankan bahwa bawang bombay baik bagi jantung Anda.

Sebuah penelitian menyatakan, mengkonsumsi bawang bombay secara rutin sebanyak satu atau dua kali seminggu bisa menurunkan risiko dari kanker usus besar. Mengapa begitu? Hal ini disebabkan karena bawang mengandung flavonoid bernama quercitin yang menurut penelitian pada binatang percobaan telah menyebabkan terhentinya pertumbuhan tumor dan melindungi sel usus besar dari kerusakan bahan-bahan penyebab kanker. Bahkan memasak dengan memakai bawang bombay bisa menyebabkan berkurangnya bahan karsinogen penyebab tumor.

Quercitin dan curcumin, sejenis fitonutrien, terbukti mengecilkan ukuran massa yang dianggap sebagai suatu awal kanker pada saluran pencernaan manusia. Hal ini telah dipublikasikan pada Clinical Gastroenterology and Hepatology.

Tak hanya kanker usus besar, menurut American Journal of Clinical Nutrition,  mengkonsumsi bawang bombay mengurangi risiko terjadinya kanker mulut dan faring sebanyak 84 persen, kanker esofagus sebanyak 88 persen, kanker kolorektal sebanyak 56 persen, kanker payudara sebanyak 25 persen, kanker ovarium (indung telur)  73 persen dan juga kanker prostat sebanyak 71 persen.

Riset  bertajuk Nurses Health Study pada 66.940 wanita di tahun 1984 hingga 2002 menyatakan bahwa wanita yang banyak mengkonsumsi kaempferol mempunyai penurunan risiko kanker ovarium. Kaempferol selain banyak terdapat pada bawang bombay, juga banyak pada brokoli dan bayam. Studi ini dipublikasikan pada America Journal of Clinical Nutrition.

Kompas, Selasa, 22 Desember 2009

Bawang Putih Segar Lebih Sehat



MENGONSUMSI bawang putih segar mungkin jarang dijadikan pilihan bagi banyak orang. Karena aromanya yang menyengat dan sangat khas, bawang putih lebih sering dikonsumsi dalam bentuk bumbu masak.

Namun begitu, bila Anda ingin mendapat faedah yang lebih dari  bawang putih, mulailah untuk mempertimbangkan memakannya secara langsung dalam bentuk utuh dan segar. Menurut sebuah riset yang dimuat American Chemical Society's Journal of Agricultural and Food Chemistry, bawang putih segar mungkin akan memberi manfaat lebih besar bagi kesehatan dibandingkan bawang yang telah diolah atau dicampur bahan lain.

Besarnya manfaat bawang putih segar diungkap para peneliti Jepang yang membandingkan bawang putih segar dengan bawang yang dilarutkan dalam air, alkohol, dan minyak sayur. Dengan beragam metode penyajian ini, peneliti ingin sejauh mana pengaruhnya terhadap bahan atau kandungan kunci dalam bawang putih yang disebut allicin.

Allicin merupakan kandungan kimia aktif dalam bawang putih yang menyebabkan tanaman umbi ini beraroma sangat khas. Senyawa ini juga dikenal memiliki khasiat sebagai pembunuh kuman atau antibakteri. Sejumlah riset menunjukkan allicin membantu mengatasi infeksi dan melawan bakteri  penyebab racun dalam makanan. Riset lainnya juga mengindikasikan bahwa kandungan kimia ini membantu mengatasi pembekuan darah dan menghalau jenis kanker tertentu.

Meskipun memiliki banyak faedah, allicin juga dikenal rapuh dan menguap dalam waktu cepat.  Fakta inilah yang membuat para ahli mempertanyakan apakah berbagai metode penyimpanan atau penyajian akan mempengaruhi kandungan allicin dalam bawang putih.

Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan, bawang putih yang disajikan segar cenderung lebih stabil dan terjaga kandungan allicin-nya daripada bawang yang diawetkan. Bawang putih yang disimpan  dalam air dengan suhu ruangan tercatat lebih baik daripada bawang yang disimpan dalam minyak sayur.

Kadar allicin menurun hingga setengahnya setelah disimpan selama enam hari dalah air, namun penyimpanan dalam minyak sayur bisa menurunkan kadar allicin dalam bawang hanya dalam  beberapa jam saja. Kandungan kimia pembunu bakteri juga menurun kadarnya seiring dengan berkurangnya kadar allicin. Walau demikian, para peneliti percaya bahwa allicin berubah menjadi kandungan kimia lainnya yang masih memiliki mamfaat bagi kesehatan


Sumber :WebMD , Kompas,Senin, 9 Juni 2008

Bawang Putih Sehatkan Jantung

BAWANG putih (Allium sativum) bukan saja dikenal sebagai bumbu masak yang melezatkan, namun sejak lama digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit.  Ribuan riset juga mengklaim bawang putih mampu mengatasi dan mencegah beragam penyakit mulai dari kanker hingga pembuluh darah dan jantung. Walau begitu, tak sedikit pula yang menyatakan bahwa khasiat bawang putih belum signifikan khusunya dalam mencegah dan mengobati penyakit-penyakit degeneratif tersebut.

Sebuah riset di Los Angeles Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengungkap bukti baru yang mendukung manfaat bawang putih bagi kesehatan pembuluh darah.  Ektrak bawang putih dalam bentuk pil diyakini memiliki potensi besar  mencegah terjadinya ateroskeloris atau penebalan jaringan dinding pembuluh darah.

Professor Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, yang menyimpulkan melalui hasil riset pendahuluan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B-12, asam folat, vitamin B-6 dan L-arginine mampu menghambat terjadinya aterosklerosis.

Pada risetnya,  Budoff melibatkan 65 partisipan berusia rata-rata 60 tahun dan memiliki risiko cukup besar mengidap penyakit jantung. Partisipan dibagi dua kelompok yakni yang mengonsumi pil berisi ekstrak bawang putih plus vitamin, sedangkan sekelompok lainnya diberi kapsul berisi plasebo.

Partisipan dipantau selama setahun dan pada akhir riset tercatat 58 partisipan masih bertahan.  Secara rutin setiap bulan, partisipan harus diperiksa kadar kolesterol dan unsur darah lainnya.  Mereka juga harus melakukan scan jantung pada awal dan akhir penelitian.

Dari riset terungkap, perkembangan aterosklerosis tampak tidak pesat pada mereka yang mengonsumsi pil bawang putih dibandingkan yang meminum plasebo. Menurut peneliti, temuan itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, derajat keparahan aterosklerosis pada awal studi, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan pengobatan diabetes.

Budoff dan timnya tidak menjelaskan kandungan apa yang sebenarnya memberikan pengaruh terbesar bagi perlambatan aterosklerosis. Namun begitu, ektrak bawang putih diyakini memberikan manfaat utama menurunkan kadar homosistein, asam amino  yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Budoff  mengharap penelitian ini akan berlanjut untuk mengungkap potensi bawang putih plus vitamin dalam memperlambat kalsifikasi pembuluh darafh jantung. Hasil penelitian Budoff ini dipresentasikan pada American Heart Association's 2008 Quality of Care and Outcomes Research in Cardiovascular Disease and Stroke Conference.

The study was funded by Wakunaga of America, which makes the garlic pill used in the study. Budoff had full control over the study.

Sumber :WebMD , Kompas, Selasa, 6 Mei 2008