Monday, August 2, 2010

Tremor


Tremor adalah suatu gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali, yang terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang-ulang.

PENYEBAB

Setiap orang mengalami tremor pada tingkatan tertentu, yang disebut tremor fisiologis, meskipun kadang sangat ringan sehingga tidak dihiraukan.
Tremor terjadi karena adanya gangguan pada persarafan yang menuju ke otot yang terkena.

Tremor dikelompokkan berdasarkan kecepatan dan irama gerakannya, dimana dan seberapa sering terjadi serta beratnya:

  • Tremor aksi, terjadi ketika otot dalam keadaan aktif.
  • Tremor istirahat, terjadi ketika otot sedang beristirahat. Meskipun penderita sedang beristirahat total, lengan atau tungkainya bisa terus gemetaran. Tremor ini bisa merupakan pertanda dari penyakit Parkinson.
  • Tremor yang disengaja, terjadi jika seseorang membuat gerakan yang disengaja. Tremor ini bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kelainan pada serebelum (otak kecil) atau penghubungnya. Yang sering menyebabkan terjadinya tremor ini adalah sklerosis multipel. Tremor yang disengaja juga bisa terjadi pada penyakit neurologis lainnya, stroke atau alkoholik menahun. Tremor yang disengaja lebih lambat daripada tremor esensial serta menyebabkan gerakan yang lebih luas dan serabutan.
  • Tremor esensial merupakan tremor yang biasanya mulai timbul pada masa dewasa, yang secara perlahan menjadi semakin nyata dan tidak memiliki penyebab yang pasti. Tremor esensial biasanya bersifat ringan dan tidak menunjukkan adanya penyakit yang serius, tetapi bisa mengganggu, yaitu mempengaruhi tulisan tangan, menyebabkan kesulitan dalam menggunakan perkakas dan mempermalukan penderitanya. Keadaan ini bisa diperberat oleh stres emosional, kecemasan, kelelahan, kafein atau obat perangsang yang diresepkan oleh dokter. Obat-obatan (terutama untuk asma dan emfisema) juga bisa memperburuk tremor esensial.
  • Tremor senilis adalah tremor esensial yang timbul pada usia lanjut.
  • Tremor familial merupakan tremor esensial yang terjadi di dalam satu keluarga.

GEJALA

Tremor bisa timbul sekali-sekali, untuk sementara waktu atau hilang timbul; dengan kecepatan sekitar 6-10 tremor/detik.

Tremor bisa terjadi pada otot kepala, tangan, lengan, kelopak mata dan otot lainnya; tetapi jarang mengenai bagian bawah tubuh.

Tremor bisa terjadi pada salah satu maupun kedua sisi tubuh.

Suara bisa terdengar bergetar; kepala mengangguk-angguk.

Tremor menghilang jika penderita tidur.

DIAGNOSA

Pemeriksaan yang dilakukan tergantung kepada penyebab yang dicurigai.

PENGOBATAN

Jika sifatnya ringan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, biasanya tidak diperlukan pengobatan.

Obat-obat yang bisa mengurangi tremor adalah propanolol, misolin dan anti kejang lainnya, serta obat penenang yang ringan.

Kafein (di dalam kopi dan soda) dan perangsang lainnya harus dihindari, karena bisa memperburuk keadaan ini.

Kram


Kram merupakan kontraksi otot yang memendek atau kontraksi sekumpulan otot yang terjadi secara mendadak dan singkat, yang biasanya menimbulkan nyeri.

PENYEBAB

Kram biasa terjadi pada seseorang yang sehat, terutama setelah melakukan aktivitas yang berat.
Beberapa orang lainnya mengalami kram pada tungkainya ketika sedang tidur malam.

Kram bisa disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otot yang terkena.

GEJALA

Kram paling sering terjadi pada otot betis atau kaki.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.

PENGOBATAN

Kram biasanya tidak berbahaya dan tidak perlu diobati.

PENCEGAHAN

Kram bisa dicegah dengan menghindari olah raga setelah makan dan meregangkan otot-otot sebelum berolah raga dan sebelum tidur.

Cara Hentikan Cegukan


Bisa dipastikan semua orang pernah mengalami ?cegukan?. Bila berlangsung sebentar saja, maka cegukan bukanlah masalah. Tetapi ternyata gejala ini dapat berlangsung lama, sehingga bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, bahkan depresi bagi yang mengalaminya.

Asal usul nama

Cegukan, atau dalam bahasa medis disebut ?hiccup? sesungguhnya adalah suatu fenomena yang melibatkan sistim persarafan dan pernapasan yang tujuannya sampai saat kini pun belum diketahui. Istilah ?hiccup? muncul dan digunakan orang untuk menirukan suara yang dikeluarkan saat cegukan (hik..hik..). Sedangkan nama lainnya, yaitu ?singultus? berasal dari bahasa latin singult yang berarti menarik nafas saat seseorang sedang terisak-isak.

Sebenarnya apa yang terjadi ? Ketika seseorang cegukan, terjadi kontraksi otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-otot di antara tulang rusuk, yang menyebabkan gerakan menarik nafas namun tiba-tiba diikuti dengan menutupnya glotis (katup saluran napas) secara tidak normal sehingga terdengarlah suara hik..hik? Biasanya cegukan muncul 4-60 kali/menit dengan interval yang cukup teratur dan berlangsung beberapa menit saja. Namun ada kalanya bertahan lebih dari 48 jam, dan bisa pula hingga berhari-hari.

Cegukan dapat dialami oleh siapa saja. Janin dalam kandungan, anak-anak dan juga orang dewasa semua dapat mengalaminya. Meski demikian, konon anak-anak lebih sering mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa.

Berbagai penyebab

Menurut analisa medis, terjadinya cegukan melibatkan refleks pada saraf frenikus dan saraf vagus yang ada di daerah diafragma (otot pernapasan utama yang terletak antara dada dan perut).

Penyebab cegukan yang bersifat sementara biasanya adalah peregangan saluran cerna, minuman berkarbonasi, banyak menelan udara, alkohol, merokok, stress, juga tertawa yang berlebihan. Iritasi pada saraf vagus dan frenikus merupakan penyebab tersering. Benda asing yang ada di daerah telinga pun ternyata juga dapat menjadi pencetus, karena ada salah satu cabang saraf vagus di daerah tersebut. Kelainan pada tenggorokan seperti peradangan dan tumor di daerah leher juga dapat menstimulasi serabut saraf yang ada di daerah tersebut, yang juga merupakan cabang saraf vagus.

Berbagai kelainan diafragma juga bisa mendasari timbulnya cegukan, seperti misalnya hernia hiatus, reflux gastroesofagus, abses subfenikus, serta manipulasi diafragma selama pembedahan. Penyebab lainnya lagi yang juga mungkin adalah penyakit sistim saraf pusat yang mengganggu refleks cegukan, bisa berupa infeksi, tumor maupun kelainan pembuluh darah. Kondisi uremia (meningkatnya kadar ureum dalam darah) yang dialami pasien gagal ginjal juga dapat jadi penyebab. Selain itu faktor psikogenik pun perlu dipertimbangkan.

Menghentikan cegukan

Banyak cara dilakukan orang untuk berusaha menghilangkan cegukan. Secara teoritis, prinsipnya adalah dengan mengupayakan adanya menginterupsi lengkung refleks cegukan. Berikut ini beberapa cara yang kerap dilakukan :

1. Kadar karbon dioksida yang tinggi dalam darah dapat melumpuhkan cegukan. Caranya, adalah dengan bernapas dalam sebuah kantong kertas. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya?jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak karbondioksidanya.

2. Tehnik lain meningkatkan kadar karbondioksida adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi.

3. Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.

4. Menelan satu sendok teh gula pasir kering dapat menghentikan cegukan dalam beberapa menit. Diduga, gula dalam mulut akan mengirimkan sinyal melalui serabut saraf yang akan mengganggu lengkung refleks cegukan.

5. Minum air dalam posisi membungkuk, melakukan pijatan ringan dengan jari telunjuk pada kedua sisi leher, tarik napas dalam lalu minum 10 tegukan air saat tidak bernapas, membungkuk sampai jari tangan dapat menyentuh ibu jari kaki selama 60 menit serta masih banyak lagi tehnik yang dapat dilakukan untuk menghilangkan cegukan.

Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur. Lebih jauh lagi?anestesi dengan ventilasi tekanan positif dan pelumpuh otot dilaporkan dapat menghentikan cegukan. Nah, akhirnya? sebagai senjata terakhir yang dapat dilakukan?? tindakan pembedahan menghancurkan atau memblok nervus frenikus juga telah dilakukan pada beberapa kasus cegukan yang tidak teratasi dengan berbagai cara?

Kecegukan (Hiccups)


Kecegukan (Hiccups) adalah sejenis mioklonus, dimana terjadi kejang berulang dari diafragma, yang dengan cepat diikuti oleh penutupan glotis yang mengeluarkan suara berisik.
Diafragma adalah otot yang memisahkan dada dengan perut.
Glotis adalah lubang diantara pita suara yang mengatur pengaliran udara ke paru-paru.

PENYEBAB

Kecegukan adalah sejenis mioklonus, dimana terjadi kejang berulang dari diafragma, yang dengan cepat diikuti oleh penutupan glotis yang mengeluarkan suara berisik.
Diafragma adalah otot yang memisahkan dada dengan perut.
Glotis adalah lubang diantara pita suara yang mengatur pengaliran udara ke paru-paru.

GEJALA

Terdengar suara yang terjadi karena kejang otot diafragma yang diikuti dengan penutupan glotis.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

PENGOBATAN

# Untuk menghentikan kecegukan bisa dilakukan tindakan berikut: Menahan nafas, karena dengan menahan nafas maka kadar karbondioksida di dalam darah meningkat, sehingga kecegukan berhenti.
# Bernafas di dalam kantong kertas.
# Minum segelas air dingin atau mengunyah roti kering atau es batu yang diserut.
# Menarik lidah atau menggosok bola mata secara perlahan.

Kecegukan yang bersifat menetap memerlukan pengobatan yang lebih intensif.
Obat-obat yan digunakan adalah skopolamin, proklorperazin, klorpromazin, baklofen, metoklopramid dan valproat.

PENCEGAHAN

Anda mungkin dapat menurunkan frekuensi cegukan jangka pendek dengan menghindari pemicu cegukan umum, seperti:

1. Makan makanan besar
2. Minum minuman berkarbonasi atau alkohol
3. Perubahan suhu mendadak

Korea & Atetosis - Gerak Tubuh Tak Terkendali


Korea adalah gerakan tak terkendali yang berupa sentakan berskala besar dan berulang-ulang, seperti berdansa, yang dimulai pada salah satu bagian tubuh dan menjalar ke bagian tubuh yang lainya secara tiba-tiba dan tak terduga.
Atetosis adalah gerakan memutar yang lambat dan terus menerus, biasanya pada kaki dan tangan.
Korea dan atetosis bisa terjadi secara bersamaan, dan disebut koreoatetosis.

PENYEBAB

Korea dan atetosis bukan merupakan penyakit, tetapi merupakan gejala yang bisa terjadi pada beberapa penyakit yang berbeda.
Seseorang yang mengalami korea dan atetosis memiliki kelainan pada ganglia basalisnya di otak.
Tugas ganglia basalis adalah memperhalus gerakan-gerakan yang kasar yang merupakan perintah dari otak.

Pada sebagian besar kasus terdapat neurotransmiter dopamin yang berlebihan, sehingga mempengaruhi fungsinya yang normal.
Keadaan ini bisa diperburuk oleh obat-obat dan penyakit yang menyebabkan perubahan kadar dopamin atau merubah kemampuan otak untuk mengenal dopamin.

Penyakit yang seringkali menyebabkan korea dan atetosis adalah penyakit Huntington.

Penyakit Sydenham (tarian St. Vitus atau korea Sydenham) merupakan komplikasi dari infeksi pada masa kanak-kanak karena streptokokus, yang bisa berlangsung selama beberapa bulan.
Korea kadang terjadi pada usia lanjut tanpa alasan yang jelas dan teutama mengenai otot di dalam dan di sekitar mulut.
Penyakit ini juga bisa menyerang wanita hamil pada 3 bulan pertama kehamilannya, tetapi akan menghilang tanpa pengobtan segera setelah persalinan.

GEJALA

Gerakan terjadi secara tiba-tiba dan tak terduga, dan akan berkurang atau menghilang jika penderita tertidur, tetapi akan bertambah buruk jika melakukan aktivitas atau mengalami tekanan emosional.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

PENGOBATAN

Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka korea akan membaik setelah pemakaian obat dihentikan.

Untuk membantu mengendalikan pergerakan yang abnormal bisa diberikan obat yang menghalangi efek dopamin (misalnya obat anti psikosa).

Sunday, August 1, 2010

Penyakit Parkinson



Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf, yang ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot.



Parkinson menyerang sekitar 1 diantara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun.



PENYEBAB



Jauh di dalam otak ada sebuah daerah yang disebut ganglia basalis.

Jika otak memerintahkan suatu aktivitas (misalnya mengangkat lengan), maka sel-sel saraf di dalam ganglia basalis akan membantu menghaluskan gerakan tersebut dan mengatur perubahan sikap tubuh.



Ganglia basalis mengolah sinyal dan mengantarkan pesan ke talamus, yang akan menyampaikan informasi yang telah diolah kembali ke korteks serebri.



Keseluruhan sinyal tersebut diantarkan oleh bahan kimia neurotransmiter sebagai impuls listrik di sepanjang jalur saraf dan diantara saraf-saraf.



Neurotransmiter yang utama pada ganglia basalis adalah dopamin.



Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf pada ganglia basalis mengalami kemunduran sehingga pembentukan dopamin berkurang dan hubungan dengan sel saraf dan otot lainnya juga lebih sedikit.

Penyebab dari kemunduran sel saraf dan berkurangnya dopamin biasanya tidak diketahui.

Tampaknya faktor genetik tidak memegang peran utama, meskipun penyakit ini cenderung diturunkan.



Kadang penyebabnya diketahui.



Pada beberapa kasus, Parkinson merupakan komplikasi yang sangat lanjut dari ensefalitis karena virus (suatu infeksi yang menyebabkan peradangan otak).



Kasus lainnya terjadi jika penyakit degeneratif lainnya, obat-obatan atau racun mempengaruhi atau menghalangi kerja dopamin di dalam otak. Misalnya obat anti psikosa yang digunakan untuk mengobati paranoia berat dan skizofrenia menghambat kerja dopamin pada sel saraf.



GEJALA



Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan.



Pada banyak penderita, pada mulanya Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat, tremor akan berkurang jika tangan digerakkan secara sengaja dan menghilang selama tidur.



Stres emosional atau kelelahan bisa memperberat tremor.



Pada awalnya tremor terjadi pada satu tangan, akhirnya akan mengenai tangan lainnya, lengan dan tungkai. Tremor juga akan mengenai rahang, lidah, kening dan kelopak mata.



Pada sepertiga penderita, tremor bukan merupakan gejala awal; pada penderita lainnya tremor semakin berkurang sejalan dengan berkembangnya penyakit dan sisanya tidak pernah mengalami tremor.



Penderita mengalami kesulitan dalam memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot.

Jika lengan bawah ditekuk ke belakang atau diluruskan oleh orang lain, maka gerakannya terasa kaku.



Kekakuan dan imobilitas bisa menyebabkan sakit otot dan kelelahan.



Kekakuan dan kesulitan dalam memulai suatu pergerakan bisa menyebabkan berbagai kesulitan. Otot-otot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan, sehingga pekerjaan sehari -hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan.



Penderita mengalami kesulitan dalam melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih dimana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya.



Jika penderita sudah mulai berjalan, mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh.



Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang.



Wajah penderita menjadi kurang ekspresif karena otot-otot wajah untuk membentuk ekspresi tidak bergerak.



Kadang berkurangnya ekspresi wajah ini disalah artikan sebagai depresi, walaupun memang banyak penderita Parkinson yang akhirnya mengalami depresi.



Pandangan tampak kosong dengan mulut terbuka dan matanya jarang mengedip.

Penderita seringkali ileran atau tersedak karena kekakuan pada otot wajah dan tenggorokan menyebabkan kesulitan menelan.



Penderita berbicara sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan menjadi gagap karena mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan fikirannya.

Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal, tetapi ada juga yang menjadi pikun.



DIAGNOSA



Diagnosa ditegakkan gejala-gejalanya.



PENGOBATAN



Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat, seperti levodopa, bromokriptin, pergolid, selegilin, antikolinergik (benztropin atau triheksifenidil), antihistamin, anti depresi, propanolol dan amantadin.



Tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya, tetapi obat-obat tersebut menyebabkan penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita.



Di dalam otak levodopa dirubah menjadi dopamin . Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan.



Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri.



Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa.



Penambahan karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek levodopa yang tidak diinginkan di luar otak.



Mengkonsumsi levodopa selama bertahun-tahun bisa menyebabkan timbulnya gerakan lidah dan bibir yang tidak dikehendakik, wajah menyeringai, kepala mengangguk-angguk dan lengan serta tungkai berputar-putar.



Beberapa ahli percaya bahwa menambahkan atau mengganti levodopa dengan bromokriptin selama tahun-tahun pertama pengobatan bisa menunda munculnya gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki.



Sel-sel saraf penghasil dopamin dari jaringan janin manusia yang dicangkokkan ke dalam otak penderita Parkinson bisa memperbaiki kelainan kimia tetapi belum cukup data mengenai tindakan ini.



Untuk mempertahankan mobilitasnya, penderita dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin.

Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri.



Makanan kaya serat bisa membantu mengatasi sembelit akibat kurangnya aktivitas, dehidrasi dan beberapa obat.



Makanan tambahan dan pelunak tinja bisa membantu memperlancar buang air besar.

Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi).



Obat-obatan untuk mengobati penyakit Parkinson



Obat

Aturan Pemakaian

Keterangan

Levodopa

(dikombinasikan dengan karbidopa)

Merupakan pengobatan utama untuk Parkinson

Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya

Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh

Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang

bromokriptin atau pergolid

Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian Levodopa untuk meningkatkan kerja Levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping Levodopa

menimbulkan masalah baru

Jarang diberikan sendiri

Seleglin

Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian Levodopa

Bisa meningkatkan aktivitas Levodopa di otak

Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin)

Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa Levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan Levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah

Bisa menimbulkan beberapa efek samping

Amantadin

Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan

Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek Levodopa

Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri





Kelumpuhan Supranuklear Progresif


Kelumpuhan Supranuklear Progresif menyebabkan kekakuan otot, ketidakmampuan untuk menggerakkan mata dan kelemahan pada otot tenggorokan.

Lebih sering terjadi pada pria.

PENYEBAB

Penyebab dari kerusakan ganglia basalis dan batang otak tidak diketahui.
GEJALA
Penyakit ini biasanya baru muncul pada usia pertengahan, yaitu berupa ketidakmampuan untuk menggerakkan mata ke atas.

Kelumpuhan supranuklear progresif berkembang menjadi kekakuan hebat dan ketidakmampuan melakukan fungsi sehari-hari.
Sikap tubuh tidak stabil dan sering terjatuh, kesulitan menelan dan berbidara dan gerakannya menjadi lambat.

Gejala lainnya kadang baru muncul pada stadium lanjut, yaitu berupa perubahan emosional atau kepribadian, gangguan tidur dan kehilangan kemampuan kognitif (misalnya menjadi pelupa).

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN

Obat-obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson kadang bisa meringankan gejala penyakit ini.
Biasanya diberikan levodopa, amantadin, amitriptilin, desipramin dan yohimbin.

Racun botulinum bisa digunakan untuk mengobati blefarospasme dan distonia lainnya yang kadang terjadi pada penyakit ini.

Air mata buatan bisa mmembantu mencegah keringnya mata yang bisa terjadi karena mata lebih jarang berkedip.

Terapi percakapan bisa dilakukan untuk mengajarkan teknik menelan yang lebih aman.