Sunday, August 1, 2010

Sindroma Shy-Drager : Kemunduran Sistem Saraf


Sindroma Shy-Drager (Multiple System Atrophy, MSA, Hipotensi Ortostatik Idiopatik) adalah suatu penyakit dimana berbagai bagian dari sistem saraf mengalami kemunduran (degenerasi).

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

GEJALA

Penyakit ini menyebabkan kelainan fungsi dan perusakan sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah, denyut jantung, sekresi kelenjar dan pemusatan mata:
- Jika penderita sedang berdiri, tekanan darah turun secara dramatis
- Jumlah keringat, air mata dan ludah berkurang
- Penglihatan berkurang
- Sulit berkemih
- Sembelit
- Kelainan gerakan seperti pada penyakit Parkinson.

Kemunduran pada serebelum (otak kecil) kadang menyebabkan inkoordinasi.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN

Pengobatan sama dengan penyakti Parkinson, ditambah dengan obat fludrokortison untuk membantu meningkatkan tekanan darah.
Penderita yang tidak mengkonsumsi fludrokortison dianjurkan untuk menambah garam dalam makanannya dan minum banyak cairan.

Sulit berkemih bisa diatasi dengan obat-obatan atau pemasangan kateter.

Untuk mengatasi sembelit diberikan obat pencahar atau menambah makanan yang kaya akan serat

Kelainan Koordinasi


Serebelum (otak kecil) merupakan bagian dari otak yang paling bertanggungjawab untuk mengatur serangakaian gerakan, juga mengendalikan keseimbangan dan sikap tubuh.

PENYEBAB

Penyalahgunaan alkohol jangka panjang merupakn penyebab paling sering dari kerusakan pada serebelum.

Penyebab lainnya adalah:
- Stroke
- Tumor
- Penyakit tertentu (misalnya sklerosis multipel)
- Bahan kimia tertentu
- Kekurangan gizi (malnutrisi).

Beberapa penyakit keturunan (misalnya ataksia Friedreich dan ataksia-telangiektasi), juga bisa menyebabkan kerusakan pada serebelum.

GEJALA

  • Berbagai jenis inkoordinasi bisa terjadi karena adanya kerusakan pada serebelum: Penderita dismetria tidak mampu mengendalikan ketepatan dari gerakan tubuh.
  • Misalnya ketika berusaha untuk menggapai sebuah benda, penderita malah menjangkau apa yang ada di belakang benda yang dimaksud.
  • Pada ataksia penderita tidak dapat mengendalikan posisi lengan dan tungkainya atau sikap tubuhnya, sehingga mereka goyah dan lengannya bergerak dalam pola zigzag.
  • Koordinasi yang buruk pada otot-otot percakapan menyebabkan disartria, yang ditandai dengan bicara rero dan volume suaranya naik-turun tak terkendali.
  • Gerakan otot di sekitar mulut juga sangat berlebihan.
  • Tremor.

Ataksia (ataxia)- kegagalan kontrol otot


Ataksia sering muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Penderita ataksia mengalami kegagalan kontrol otot pada tangan dan kaki mereka, sehingga menghasilkan kurangnya keseimbangan dan koordinasi atau gangguan gait (Glucosamine/chondroitin Arthritis Intervention Trial).

Ataksia Friedreich merupakan penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf sehingga menyebabkan gangguan gait dan masalah berbicara sampai penyakit jantung. Penyakit ini dinamakan seperti dokter Nicholaus Friedreich, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi tersebut pada tahun 1980.

Ataksia yang merupakan gangguan koordinasi seperti kikuk atau gerakan canggung dan tidak kokoh, muncul pada banyak penyakit dan kondisi.

Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan gerakan otot pada lengan dan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin.

Ataksia Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan risiko yang sama.

PENYEBAB

Sebagian besar gangguan yang menghasilkan ataksia menyebabkan bagian dari otak yang disebut serebelum (otak kecil) memburuk atau atrofi. Kadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) juga terpengaruh. Degenerasi serebelar dan spinosereberal digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada sistem saraf manusia, namun bukan diagnosa yang spesifik. Degenerasi serebelar dan spinosereberal memiliki banyak penyebab.

GEJALA

Gejala dan waktu onset tergantung dari tipe ataksia. Bahkan terdapat banyak variasi dalam keluarga yang sama dengan tipe ataksia yang sama. Kelainan resesif umumnya menyebabkan gejala yang dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan dewasa.

Bagaimanapun, dalam tahun-tahun terakhir, sejak tes genetik tersedia, diketahui ataksia Friedreich mulai terjadi saat dewasa pada beberapa kasus. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.

Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi keseimbangan yang buruk.

Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara & menelan.

Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang ?bed bound? atau memiliki masalah menelan yang parah.

DIAGNOSA

Diagnosa ataksia Friedreich dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis termasuk riwayat medis dan melalui pemeriksaan fisik. Tes yang dilakukan meliputi:

  • Elektromiogram (EMG), yang mengukur aktivitas elektrik sel-sel otot.
  • Studi pengantaran saraf, yang mengukur kecepatan saraf meneruskan rangsangan.
  • Elektrokardiogram (EKG), yang memberikan hasil grafik aktivitas elektrik atau pola denyut jantung
  • Ekokardiogram, yang merekam posisi dan gerakan otot jantung.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau scan computed tomography (CT) scan, yang menyediakan gambar otak dan urat saraf tulang belakang.
  • Ketukan tulang belakang (spinal tap) untuk mengevaluasi cairan serebrospinal.
  • Tes darah dan urin untuk mengetahui naiknya kadar glukosa.
  • Tes genetik untuk mengidentifikasi gen yang dipengaruhi.

PENGOBATAN

Seiring dengan banyaknya penyakit degeneratif pada sistem saraf, tidak ada obat atau pengobatan yang efektif untuk Ataksia Friedriech. Bagaimana pun, banyak gejala dan komplikasi yang dapat diobati untuk membantu pasien mempertahankan fungsi optimal selama mungkin. Diabetes, jika ada, dapat diobati dengan diet dan obat seperti insulin dan beberapa penyakit jantung juga dapat diobati dengan obat.

Masalah orthopedi seperti deformitis kaki dan skoliosis dapat diatasi dengan alat penguat atau operasi. Terapi fisik dapat memperlama penggunaan lengan dan kaki. Peneliti berharap kemajuan dalam memahami genetik ataksia Friedriech dapat menjadi pemecahan dalam pengobatan.

PENCEGAHAN

Penyakit yang diturunkan secara genetik ini tidak dapat dicegah. Namun, saat ini banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk memahami penyakit ini lebih lanjut.

Parkinsonism


Parkinsonism merujuk kepada gejala-gejala penyakit Parkinson (seperti gerakan lambat dan gemetar) yang disebabkan oleh kondisi lain.

Berbagai kondisi bisa menyebabkan Parkinsonism :

  • Encephalitis virus, peradangan otak langka yang diikuti infeksi seperti flu
  • Gangguan penurunan lain, seperti demensia, multiple system athropy, penurunan corticobasal ganglionic, dan progressive supranuclear palsy
  • Gangguan struktur otak, seperti tumor otak dan stroke
  • Luka kepala, terutama luka berulang yang terjadi ketika bertinju (membuat seseorang pusing kena tinju).
  • Obat-obatan, seperti antipsikotis dan antihipertensi methyldopa dan reserpine.
  • Racun-racun, seperti mangan, karbon monoksida, dan methanol.

PENYEBAB

Obat-obatan tertentu dan racun-racun mengganggu atau menghambat aksi dopamine dan neurotransmitter lain. Misal, obat-obatan antipsychotic, digunakan untuk mengobati paranoia dan schizoprenia, menghambat aksi dopamine. Penggunaan bahan MPTP (yang diproduksi secara kebetulan ketika pengguna obat terlarang untuk sintesis opioid meperidine) bisa menyebabkan parkinsonism tiba-tiba, parah, yang tidak dapat diubah pada anak muda.

GEJALA

Parkinsonism menyebabkan gejala yang sama seperti penyakit Parkinson. Mereka termasuk gemetar otot kaku, gerakan lambat, dan kesulitan memelihara keseimbangan dan berjalan.

Gangguan yang menyebabkan parkinsonism bisa juga menyebabkan gejala lain atau berbagai macam gejala parkinsonian, seperti berikut di bawah ini :

  • Kehilangan ingatan mencolok yang berhubungan dengan demensia
  • Gejala-gejala pada parkinsonism hanya pada salah satu sisi tubuh berhubungan dengan tumor otak tertentu
  • Tekanan darah rendah dan masalah berkemih berhubungan dengan multiple system atrophy
  • Ketidakmampuan untuk cepat atau memahami pembicaraan atau menulis bahasa (aphasia), ketidakmampuan untuk melakukan tugas keahlian sederhana (apraxia), dan ketidakmampuan untuk menghubungan benda dengan peran dan fungsi biasa (agnosia) berhubungan dengan penurunan corticobasal ganglionic

Pada penurunan corticobasal ganglionic, gejala-gejala terjadi setelah usia 60 tahun. Orang menjadi tidak bergerak setelah sekitar 5 tahun, dan kematian biasanya terjadi setelah sekitar 10 tahun.
DIAGNOSA

Dokter menanyakan mengenai gangguan sebelumnya, terkena racun, dan penggunaan obat-obatan yang bisa menyebabkan parkinsonism. Imaging otak, seperti computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI), kemungkinan dilakukan untuk melihat gangguan struktur yang kemungkinan menyebabkan gejala-gejala.

Jika diagnosa tidak jelas, dokter bisa memberikan orang tersebut levodopa, obat digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson. Jika obat tersebut nyata memperbaiki, penyakit Parkinson manjadi penyebab yang mungkin.

PENGOBATAN

Penyebab diperbaiki atau diobati jika mungkin. Jika obat adalah penyebab, menghentikan obat tersebut bisa menyembuhkan gangguan. Gejala bisa berkurang atau hilang jika gangguan yang mendasari bisa diobati. Obat-obatan digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson (seperti levodopa) seringkali tidak efektif pada orang dengan parkinsonism tetapi bisa kadangkala menawarkan perbaikan sederhana.

Obat-obatan digunakan jika mengganggu. Jika penyebabnya adalah penggunaan obat-obatan antipsychotic, amantadine atau obat dengan efek anticholinergic, seperti benztropine, bisa menghilangkan gejala-gejala.

Cara umum yang sama digunakan untuk membantu orang dengan penyakit Parkinson menjaga gerakan dan kemandirian sangat berguna. Misal, orang harus tetap seaktif mungkin, tugas harian yang sederhana, menggunakan alat bantu bila diperlukan, dan mengambil tindakan untuk membuat rumah aman (seperti melipat karpet untuk mencegah tersandung). Terapis okupasi dan fisik bisa membantu orang untuk menerapkan cara ini. Nutrisi bagus juga penting.

Multiple System Atrophy : Otot Kaku & Hilang Koordinasi

Multiple system atrophy adalah sebuah gangguan yang sangat progresif, fatal yang membuat otot kaku (rigid) dan menyebabkan masalah dengan gerakan, hilangnya koordinasi, dan kerusakan fungsi pada proses tubuh bagian dalam (seperti tekanan darah dan pengendali kantung kemih).

  • Bagian pada otak yang mengendalikan gerakan dan banyak proses tubuh bagian dalam yang merosot.
  • Beberapa gejala serupa pada penyakit Parkinson, tetapi proses tubuh bagian dalam juga rusak.
  • Dokter mendasari diagnosa pada gejala-gejala.
  • Alat dan obat-obatan sederhana bisa membantu mengurangi gejala-gejala, tetapi gangguan tersebut sangat progresif dan akhirnya fatal.

Multiple system atrophy biasanya dimulai ketika seseorang berusia 50 tahun. yang mengenai sekitar dua kali banyak pria dibanding perempuan. Yang dihasilkan dari kemerosotan pada beberapa bagian otak dan tali tulang belakang.

  • Basal ganglia (kumpulan sel syaraf pada pangkal cerebrum, di bagian dalam otak), yang membantu mengendalikan gerakan otot secara fakultatif dengan menyeimbangkan gerakan pada kumpulan otot yang menggerakkan otot yang sama pada cara yang berlawanan (misal, sebuah kelompok yang membelokkan lengan dan kumpulan yang meluruskan lengan).
  • Cerevellum, yang mengkoordinasu gerakan yang bersifat fakultatif (terutama gerakan kompleks yang dilakukan secara serempak.
  • Daerah yang mengendalikan otomatisasi sistem syaraf, yang mengatur proses tubuh secara fakultatif, seperti bagaimana perubahan tekanan darah dalam reaksi untuk perubahan postur.
  • Sel syaraf yang merangsang gerakan syaraf (motor neuron) pada cerebellum, basal ganglia, dan tali tulang belakang.

PENYEBAB

Penyebab kemerosotan tidak diketahui.

Multiple system atrophy termasuk ketiga gangguan sebelumnya diduga untuk memisahkan gangguan-gangguan :

  • Olivopontocerebellar atrophy, yang ditandai dengan gejala-gejala yang serupa dengan penyakit Parkinson (disebut parkinsonnism) dan kesulitan memelihara keseimbangan.
  • Kemerosotan striatonigral, yang sangat mirip dengan penyakit Parkinson kecuali bahwa levodopa sering tidak meringankan gejala-gejala.
  • Sindrom shy-drager, yang ditandai dengan parkinsonism dan masalah-masalah dengan berkemih, pengendalian tekanan darah, dan beberapa proses tubuh bagian dalam lainnya.

GEJALA

Multiple system atrophy adalah gangguan yang sangat maju. Gejala-gejala awal bervariasi, tergantung pada bagian mana dan seberapa besar otak pertama kali terkena. Gangguan tersebut menyebabkan tiga kelompok gejala.

Parkinsonism-gejala yang serupa dengan penyakit Parkinson-bisa segera terjadi. Gejala-gejala ini dihasilkan dari kemerosostan basal ganglia. Otot adalah kaku (rigid), dan gerakan menjadi lambat, goyah, dan sulit untuk dimulai. Ketika berjalan, orang bisa menyeret dan tidak bisa mengayunkan lengan mereka. Orang merasa gioyah dan jadi bingung, membuat mereka lebih mungkin jatuh. Postur kemungkinan berhenti. Anggota badan bisa tersentak dengan bergetar, biasanya ketika mereka ditahan dalam satu posisi. Tetapi orang dengan Multiple system atrophy tidak mungkin untuk mengalami getaran selama istirahat dibandingkan orang dengan penyakit Parkinson. Artikulasi kata adalah sulit, dan suara bisa jadi melengking dan gemetar.

Kehilangan koordinasi bisa juga terjadi lebih cepat. Yang terjadi dari kemerosotan pada cerebellum. Orang kemungkinan tidak dapat mengendalikan gerakan pada lengan dan kaki. Konsekwensinya, mereka mengalami kesulitan berjalan dan memerlukan langkah yang lebar dan tidak teratur. Orang bisa mengalami kesulitan fokus pada mata dan mengikuti benda. Tugas-tugas yang memerlukan gerakan bolak-balik yang cepat, seperti memutar gagang pintu atau memasang bohlam lampu, juga menjadi sulit.

Kerusakan fungsi pada proses tubuh bagian dalam, dikendalikan oleh system syaraf otomatis, bisa juga terjadi lebih awal. Tekanan darah bisa menurun secara dramatis ketika seseorang berdiri, menyebabkan pusing, sakit kepala ringan, atau pingsan-kondisi yang disebut hipotensi orthostatic. Tekanan darah bisa meningkat ketika seseorang berbaring. Orang bisa memerlukan untuk berkemih dengan darurat atau sering atau bisa mengeluarkan kemih secara fakultatif (urinary incontinence). Mereka bisa mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih (urinary retention). Sembelit adalah umum. Penglihatan menjadi buruk. Pria bisa mengalami kesulitan memuali dan menjaga ereksi (disfungsi ereksi).

Gejala-gejala lain pada kerusakan fungsi otomatis bisa terjadi dini atau lambat. Berkurangnya keringat, air mata, dan ludah yang dihasilkan. Akibatnya, orang bisa menjadi tidak toleran dengan panas dan mengalami mata dan mulut yang kering. Orang bisa mengalami kesulitan menelan dan bernafas. Nafas kemungkinan berisik dan melengking tinggi. Selama tidur, pernafasan bisa berhenti dengan cepat atau menjadi tidak mencukupi (sleep apnea). Orang bisa kehilangan kendali pada gerakan isi perut (fecal incontinence).

Kebanyakan orang dikurung pada kursi roda atau sebaliknya lumpuh berat dalam 5 tahun setelah gejala-gejala dimulai. Gangguan tersebut mengakibatkan kematian 9 sampai 10 tahun setelah gejala-gejala dimulai.

DIAGNOSA

Diagnosa tersebut didasarkan pada gejala-gejala bisa serupa pada gangguan lain, membuat gangguan tersebut sulit untuk didiagnosa.

Satu-satunya jalan yang pasti untuk mendiagnosa Multiple system atrophy adalah untuk meneliti jaringan otak setelah mati. Meskipun begitu, beberapa tes terbantu dengan diagnosa, misal, jika levodopa meringankan parkinsonism, penyebab tersebut kemungkinan penyakit Parkinson. Levodopa memiliki sedikit atau tidak terdapat efek pada gejala-gejala serupa disebabkan Multiple system atrophy. Magnetic resonance imaging (MRI) pada otak bisa membantu mengesampingkan gangguan neurologic lainnya. Tes untuk mengevaluasi sistem syaraf otomatis kemungkingan dilakukan. Misal, tekanan darah kemungkinan diukur ketika seseorang sedang duduk dan setelah orang tersebut berdiri untuk memeriksa hipotensi orthotastic. Kehadiran hipotensi orthotastic mendukung diagnosa pada multiple system atrophy.

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan bisa menyembuhkan multiple system atrophy. Meskipun begitu, kombinasi pada alat-alat dan obat-obatan sederhana bisa membantu meringankan gejala-gejala.

  • Parkinsonism : terus melakukan begitu banyak kegiatan setiap hari membantu memelihara kekuatan dan keelastisan otot. Peregangan dan olah raga secara teratur bisa juga membantu. Obat-obatan digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson, seperti levodopa plus carbidopa atau pergolide, digunakan melalui mulut, kemungkinan dicuba, tetapi obat-oaatan ini biasanya memiliki sedikit efek atau efektif untuk hanya beberapa tahun.
  • Hipotensi orthostatic : alat untuk menstabilkan perubahan tiba-tiba pada tekanan darah. mengkonsumsi lebih banyak garam dan air bisa meningkatkan jumlah darah dan dengan demikian membantu meningkatkan tekanan darah. berdiri dengan lambat bisa membantu mencegah tekanan darah menurun terlalu banyak ketika seseorang berdiri, sebagaimana bisa menggunakan bahan pengikat perut atau kaus kaki penekan. Pakaian-pakaian ini membantu memelihara tekanan darah dengan menaikkan aliran darah dari kaki menuju jantung dan dengan demikian mencegah terlalu banyak darah tetap (pooling) pada kaki. Mengangkat kepala pada tempat tidur dengan sekitar 4 inci (10 cm) bisa membantu mencegah tekanan darah Dari mengangkat terlalu banyak ketika orang tersebut berbaring. Jika tekanan darah meningkat, obat antihipertensi (seperti propranolol) kemungkkinan digunakan pada malam hari. Fludrocortisone kemungkinan digunakan melalui mulut. Yang membantu tubuh menyimpan garam dan air dan dengan demikian bisa meningkatkan tekanan darah sebagaimana diperlukan ketika seseorang berdiri. Obat-obatan lain, seperti midrodrine atau pyridostigmine, digunakan melalui mulut, bisa juga membantu.
  • Urinary retention : jika diperlukan, orang bisa belajar untuk memasukkan sebuah kateter kedalam kandung kemih mereka sendiri. Mereka memasukkannya beberapa kali sehari. Hal ini dimasukkan melalui urethra, membuat kemih pada kandung kemih untuk kering. Orang mengangkat kateter setelah kandung kemih kosong. Alat ini membantu mencegah kandung kemih meregang dan infeksi saluran kemih terbentuk. Mencuci tangan, membersihkan daerah disekitar urethra, dan menggunakan kateter steril atau bersih juga membantu mencegah infeksi. Memasukkan sebuah kateter menjadi lebih sulit sebagaimana penurunan koordinasi. Dokter bisa meresepkan bethanechol, yang meningkatkan sifat pada otot kandung kemih dan kadangkala membuat pengosongan kandung kemih lebih mudah.
  • Urinary incontinence : oxybutynin atau tolterodine, digunakan melalui mulut, kemungkinan digunaka untuk merilekskan otot pada kandung kemih yang terlalu aktif. Jika incontinence berlangsung lama, gunakan sebuah kateter yang dimasukkan ke dalam kandung kemih bisa membantu. Beberapa orang belajar untuk memasukkannya sendiri.
  • Sembelit : makanan tinggi-serat dan pelembut kotoran dianjurkan. Jika sembelit membandel, enema kemungkinan diperlukan.
  • Disfungsi ereksi : biasanya, pengobatan yang terdiri dari obat-obatan seperti sildenafil, tadalafil, atau vardenafil, digunakan melalui mulut.

Sebagai gangguan yang sangat progresif, orang bisa memerlukan pipa pernafasan, pipa pemberi makan (biasanya dimasukkan secara operasi), atau keduanya. Terapis fisik, okupasi, dan perbincangan bisa mengajarkan orang cara-cara untuk mengimbangi ketika berjalan, melakukan kegiatan harian, dan berbicara menjadi sulit. Pekerja ‘sosial bisa membantu menemukan kelompok pendukung dan ketika gejala-gejala menjadi tidak kelumpuhan, perawatan kesehatan dirumah atau jasa rumah sakit.

Masalah di akhir kehidupan : karena gangguan ini adalah sangat progresif dan akhirnya fatal, orang harus mempersiapkan petunjuk lanjutan segera setelah gangguan tersebut didiagnosa. Petunjuk ini harus mengindikasi apakah jenis perawatan medis yang diinginkan orang untuk akhir hidupnya.

Gerenyet (Tics): Pada Anak-Anak

Gerenyet urat syaraf (Tics)adalah gerakan tidak disengaja yang cepat tanpa tujuan, berulang-ulang tetapi tidak berirama yang secara virtual identik terhadap satu dengan lain. Mereka bisa ditekan tetapi hanya untuk waktu yang singkat dan hanya dengan upaya sadar.

Gerenyet urat syaraf bisa sederhana atau kompleks. Gerenyet urat syaraf ringan, seperti kedipan berlebihan, meringis, atau sentakan kepala, bisa diawali sebagai gelisah mannerisms. Gerenyet urat syaraf kompleks, seperti yang terjadi pada sindrom Tourette, seringkali menyerupai bagian-bagian pada perilaku normal.

PENYEBAB

Gerenyet urat syaraf, khususnya gerenyet urat syaraf ringan, bisa terjadi dengan sendirinya. Kebanyakan gerenyet urat syaraf dimulai selama masa kanak-kanak dan hilang tanpa pengobatan. Atau gerenyet bisa terjadi sebagai bagian dari gangguan lain, seperti penyakit Huntington, gangguan obsessive-compulsive, beberapa infeksi, atau sebuah stroke. Beberapa obat-obatan dan racun menyebabkan gerenyet urat syarat.

GEJALA

Sebelum gerenyet urat syaraf terjadi, orang bisa merasakan dorongan untuk melakukan gerenyet urat syaraf. Dorongan tersebut serupa dengan keinginan untuk bersin atau menggaruk rasa gatal. Ketegangan terbentuk, biasanya pada bagian tubuh yang terkena. Ketika orang menyerah terhadap gerenyet urat syaraf, mereka merasa plong dengan singkat.

Gerenyet urat syaraf tersebut kadangkala bisa di tunda untuk hitungan detik sampai menit, tetapi biasanya segera menjadi mengganggu. Kebanyakan orang mengalami masalah pengendalian gerenyet, khususnya selama mengalami stress emosi. Meskipun begitu, beberapa orang bisa menekan beberapa gerenyet, biasanya dengan susah payah. Memberi perhatian terhadap gerenyet urat syaraf, terutama sekali pada anak-anak, bisa membuat gerenyet urat syaraf tersebut memburuk.

PENGOBATAN

Bagi orang yang menderita gerenyet urat syaraf ringan (terutama sekali anak-anak), menentramkan hati seringkali adalah yang terbaik, dengan sedikit memberikan perhatian pada gerenyet urat syaraf tersebut sebisa mungkin.

Jika gerenyet urat syaraf terutama yang menyusahkan, bisa diobati dengan obat-obatan. Untuk gerenyet urat syaraf ringan, benzodiazepines, seperti clonazepam dan diazepam, bisa membantu. Obat-obatan ini adalah obat penenang ringan yang digunakan dengan cara dimiunumt. Clonidine, sebuah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, kadangkala membantu. Clonidine menghambat gerak norepinephrine, sebuah neurotransmiter yang diduga turut menyebabkan gerenyet urat syaraf. Efek samping bisa termasuk tekanan darah rendah yang berlebihan.

Untuk gerenyet urat syaraf berat, obat-obatan antipsikotik kemungkinan efektif sekalipun psikosis bukan penyebab pada gerenyet urat syaraf. Atau racun botulinum bisa disuntikkan ke dalam otot yang terkena, melumpuhkan otot tersebut dan dengan demikian mencegah gerenyet urat syaraf.

Chorea, Athetosis, dan Hemiballismus - Gerakan Tubuh Diluar Kesadaran

Chorea adalah gerakan di luar kesadaran yang cepat,menyentak, pendek dan berulang-ulang yang dimulai satu bagian tubuh dan bergerak dengan tiba-tiba, tak terduga, dan seringkali secara terus-menerus sampai bagian tubuh lainnya. Athetosis adalah aliran gerakan yang lambat, mengalir, menggeliat di luar kesadaran. Hemiballismus ialah sejenis chorea, biasanya menyebabkan gerakan melempar satu lengan di luar kemauan dengan keras.

Chorea dan athetosis, yang mungkin terjadi bersama sebagai choreoathetosis, adalah bukan penyakit. Namun demikian, mereka adalah gejala yang bisa diakibatkan oleh beberapa peyakit yang sangat berbeda satu sama lain. Chorea dan athetosis diakibatkan oleh over-aktivitas pada dasar ganglia, bagian otak yang membantu mempermudah dan mengkoordinasikan gerakan yang dimulai oleh impuls syaraf dari otak. Pada kebanyakan bentuk chorea, kelebihan dopamine, neurotransmitter utama yang dipakai di basal ganglia, mencegah basal ganglia dari fungsinya secara normal. Obat dan penyakit yang meningkatkan kadar dopamine atau meningkatkan sensitivitas sel syaraf ke dopamine cenderung memperburuk chorea dan athetosis.

Chorea dan athetosis terjadi pada penyakit Huntington, gangguan degeneratif yang menurun. Chorea mungkin terjadi pada Sydenham 's chorea (yang disebut juga tarian St Vitus atau penyakit Sydenham), komplikasi demam reumatik (infeksi masa kecil disebabkan oleh streptococci tertentu). Sydenham 's chorea mempunyai karakter gerakan tak dapat terkontrol yang menyentak dan bisa tahan selama beberapa bulan.

Chorea kadang-kadang berkembang pada orang yang lebih tua oleh sebab yang tak nyata. Chorea ini, disebut chorea pikun, cenderung mempengaruhi otot di sekitar mulut. Chorea juga bisa mempengaruhi wanita selama 3 bulan pertama kehamilan (suatu kondisi yang disebut chorea gravidarum), tetapi hilang tanpa pengobatan sesaat sesudah mereka melahirkan. Jarang, semacam chorea terjadi pada wanita yang meminum pil kontrasepsi. Chorea bisa juga adalah akibat dari lupus (sistemik lupus erythematosus), over-aktivitas kelenjar gondok (hyperthyroidism), suatu tumor atau stroke yang mempengaruhi sebagian basal ganglia yang disebut caudate nukleus, dan obat tertentu seperti obat antipsikotis.

GEJALA

Chorea biasanya melibatkan tangan, kaki, dan muka. Gerakan menyentak kelihatannya mengalir dari satu otot ke otot berikutnya dan mungkin kelihatannya seperti menari. Gerak-gerik mungkin bergabung secara tak terlihat ke dalam perbuatan dengan tujuan atau semi-tujuan, kadang-kadang membuat chorea sukar untuk dikenali.

Athetosis biasanya mempengaruhi tangan dan kaki. Gerak-gerik menggeliat yang lambat sering bergantian dengan memuat bagian-bagian dahan di posisi tertentu (postur) untuk menghasilkan kali mengalir gerak-gerik yang terus-menerus.

Hemiballismus mempengaruhi satu sisi badan. Lengan terkena lebih sering daripada kaki. Biasanya disebabkan oleh stroke yang mempengaruhi bidang kecil tepat di bawah basal ganglia yang disebut nukleus subthalamic. Hemiballismus untuk sementara mungkin melumpuhkan karena ketika penderita mencoba menggerakkan anggota badan, mungkin melayang secara tak terkendali.

PENGOBATAN

Chorea karena hyperthyroidism biasanya berkurang waktu kekacauan itu diperlakukan. Sydenham 's chorea dan chorea disebabkan oleh stroke sering lambat laun surut tanpa pengobatan. Jika chorea disebabkan di samping obat, menghentikan obat mungkin menolong, tetapi chorea selalu tidak hilang. Wanita hamil dengan chorea mungkin diobati dengan obat tidur selama kehamilan.

Obat yang memblokade aksi dopamine dapat membantu mengontrol gerakan bnormal. Obat ini termasuk antipsikotik seperti fluphenazine, haloperidol, dan risperidone. Obat yang mengurangi jumlah pelepasan dopamine, seperti reserpine dan tetrabenazine, juga mungkin membantu. Tetapi, perbaikan mungkin dibatasi.

Hemiballismus biasanya pergi dengan sendirinya sesudah beberapa hari, tetapi kadang-kadang bertahan selama 6 sampai 8 minggu. obat anti- Psychotic mungkin menolong menekan hemiballismus.